Spesies Tumbuhan dan Satwa Liar di Papua Terancam, BBKSDA Gelar Workshop Tangkal Peredaran Ilegal
Workshop yang menyasar pemegang izin pemanfaatan TSL, jasa transportasi, dan jaza pengiriman ini digelar, di Hotel Grand Papua Kaimana
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Haryanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/workshop-bbksda-papua-barat-di-kaimana.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat menggelar Workshop Pencegahan Peredaran, Tumbuhan dan Satwa Liar (STL).
Workshop yang menyasar pemegang izin pemanfaatan TSL, jasa transportasi, dan jaza pengiriman ini digelar, di Hotel Grand Papua Kaimana, Senin (14/8/2023) kemarin.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Papua Barat, Tasliman menjelaskan, workshop ini bertujuan membangun jaringan guna mengatasi peredaran ilegal satwa, tumbuhan dan satwa liar, khususnya di Kaimana.
"Peredaran ilegal tumbuhan, dan satwa liar kini menjadi ancaman besar terhadap keberlangsungan hidup spesies-spesies, yang memiliki nilai ekonomi, termasuk di Kaimana," tegasnya.
"Tak luput juga keanekaragaman hayati yang ada di Kabupaten Kaimana," imbuuhnya.
Baca juga: Daya Tarik Teluk Triton di Kaimana Papua Barat, Menyusuri Lautan di Sela Pulau Karang
Tasliman menilai, ini menjadi langkah awal dari BBKSDA Papua Barat bersama para pemangku kepentingan melindungi satwa liar, dan tumbuhan.
"Kami telah mengumpulkan para ahli, aktivis lingkungan, perwakilan pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan strategi terbaik dalam mengatasi peredaran ilegal ini," ujarnya.
Baca juga: Kantor Kejari Kaimana Dibangun di Atas Lahan Hibah Seluas 782 Meter Persegi
Workshop juga mendiskusikan serta memaparkan isu terkait dengan peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar.
Sehingga diharapkan memberikan solusi dari ide-ide inovatif guna melakukan tindakan yang konkret ke depan.
"Mari bergerak bersama mencegah peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar. Dengan kerjasama kita dapat membentuk masa depan yang lebih baik di tanah Papua khususnyadi Kabupaten Kaimana," pungkasnya.
(*)