Berita Kaimana
PPKMB STIA Asy-Syafi’iyah Kaimana, Hasbulla Furuada: Harus Bersaing Dengan Mahasiswa di Daerah Lain
Menurut Wabup Hasbulla, jika putera-putri Kaimana yang berkuliah di STIA juga bisa menjadi inspirator bagi generasi yang akan datang.
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/mahasiswa-baru-di-kaimana.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Asy-Syafi’iyah Kampus II Kaimana melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PPKMB) angkatan ke V tahun akademik 2023-2024 di Kampus II Kaimana, Kompleks Yapis, Jumat (8/9/2023).
Jumlah mahasiswa baru STIA Kampus II Kaimana sebanyak 97.
Terbagi dari jurusan administrasi publik sebanyak 69 mahasiswa, dan jurusan administrasi bisnis sebanyak 28 mahasiswa.
Baca juga: Angka Prevalensi Stunting di Kaimana Menurun, Hasbulla Furuada: Target Kita Zero Kasus
Baca juga: Wabup Kaimana Jadi Pemateri di Forum Intermediate Training HMI, Bahas Konvergensi Islam dan Negara
Wakil Bupati Kaimana Hasbulla Furuada mengatakan, mahasiswa STIA Asy-Syafi’iah Kaimana harus bisa bersaing dengan mahasiswa lain yang ada di daerah lain.
“Adik-adik harus optimis dan jangan minder. Harus buktikan bahwa kitong yang ada di STIA Kaimana ini, bisa bersaing dengan mahasiswa di Jawa dan sebagainya,” kata Hasbulla dalam keterangan tertulis yang diterima TribunPapuabarat.com, Sabtu (9/9/2023).
Menurut Wabup Hasbulla, jika putera-putri Kaimana yang berkuliah di STIA juga bisa menjadi inspirator bagi generasi yang akan datang.
Serta bisa menjadi orang yang bermanfaat dalam kehidupan bangsa dan negara.
“Bahlil Lahadalia menteri Investasi adalah contoh bagi kita semua. Dia tidak kuliah di Jawa, tapi dia menjadi inspirator dan juga mampu menjadi orang penting di Republik ini,” ujarnya.
Wabup Hasbulla juga mengatakan, dimanapun kampusnya, yang paling terpenting ialah mahasiswanya mampu menyerap sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan.
Sehingga dengan ilmu pengetahuan itu, bisa memberi dampak bagi kebaikan bangsa.
“Dalam pandangan saya, apapun kampusnya, yang paling prinsip adalah ade-ade bisa menyerap sebanyak-banyaknya ilmu pengetahuan untuk berguna bagi umat dan bangsa”, pungkasnya.
(*)