Rabu, 29 April 2026

Berita Manokwari Selatan

Kementerian P3A Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Manokwari Selatan

Adapun desa di Mansel yang menjadi desa ramah perempuan dan peduli anak yakni, Kampung Watariri dan Margomulyo.

Tayang:
zoom-inlihat foto Kementerian P3A Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Manokwari Selatan
TribunPapuaBarat.com//Elias Andi Ponganan
Kementerian P3A Launching Pencanangan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yakni kampung watariri dan margomulyo berlangsung di balai kampung margomulyo, distrik oransbari. Jumat, (22/9/2023) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANSEL - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen P3A) launching desa ramah perempuan dan peduli anak (DRPPA) di Manokwari Selatan (Mansel).

Kegiatan itu berlangsung di Balai Kampung Margomulyo, Distrik Oransbari, Jumat (22/9/2023).

Adapun desa di Mansel yang menjadi desa ramah perempuan dan peduli anak yakni, Kampung Watariri dan Margomulyo.

Baca juga: MIRIS, Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Fakfak Meningkat dalam Lima Tahun Terakhir

Baca juga: Kampung Watari dan Margomulyo Jadi Desa Pencanangan Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan, Pekerja dan TPPO Kementerian P3A Prijadisantoso menuturkan, desa ramah perempuan dan peduli anak merupakan program dari pusat untuk setiap provinsi.

Untuk Papua Barat, desa ramah perempuan dan peduli anak terdapat di Kabupaten Manokwari dan Mansel.

"Setiap kabupaten dipilih dua desa. Kalau untuk Manokwari Selatan dipilih Kampung Watariri dan Margomulyo," katanya.

Salah satu indikator penunjukan desa ramah perempuan dan peduli anak ialah, kepala desa harus perempuan.

Desa ramah perempuan dan peduli anak dibentuk sebagai tindak lanjut kementerian P3A untuk menjawab lima arahan presiden yakni:

1. Meningkatkan peran perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan serta pemberdayaan perempuan dibidang kewirausahaan.

2. Meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam meningkatkan pengasuhan/ pendidikan anak.

3. Penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

4. Penurunan pekerja anak.

5. Tidak adanya perkawinan anak.

"Untuk melaksanakan program desa ramah perempuan dan peduli anak, perlu ada wadah atau kelembagaan mulai dari organisasi perempuan atau Forum anak didesa tersebut," tuturnya.

Ia berharap, dua desa dicanangkan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Manokwari Selatan dan kabupaten lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved