Berita Manokwari

Distanpangan Manokwari Dorong Perbaikan Kualitas Sapi untuk Pertahankan Status Swasembada

Ia berharap, rumah potong hewan di Kampung Maripi segera selesai dan difungsikan tahun depan agar fungsi pengawasan kian diperketat

TribunPapuaBarat.com//Kresensia Kurniawati Mala Pasa
SWASEMBADA SAPI – Kepala Distanpangan Manokwari Kukuh Saptoyudo saat diwawancarai di Manokawari, Senin (23/10/2023). Ia mengaku, status swasembada sapi di Manokwari saat ini sedang terancam. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dinas Pertanian, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan dan Ketahanan Pangan, disingkat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Manokwari mendorong perbaikan kualitas sapi.

Kepala Distanpangan Kabupaten Manokwari Kukuh Saptoyudo menilai, saat ini sedang terjadi degradasi genetik yang menurunkan kualitas sapi.

Sehingga, mengancam status swasembada sapi di Kabupaten Manokwari di tengah kian maraknya pemotongan sapi untuk memenuhi kebutuhan dalam daerah.

Baca juga: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Fakfak Pasang Eartag di Sapi, Ini Tujuannya

Baca juga: DPKP Kaimana Pasang Eartag Applicator di 100 Sapi: Mudahkan Monitoring

Sentra peternakan sapi di Kabupaten Manokwari yakni di dataran Warpramasi, akronim dari Distrik Warmare, Prafi, Masni dan Sidey.

Kukuh Saptoyudo mengaku, solusi yang ditawarkan yakni mendatangkan sapi pejantan unggulan untuk dikawinkan di Manokwari.

Lantaran, saat ini sapi-sapi di Manokwari yang didominasi jenis sapi Bali, kerap melakukan perkawinan sekerabat atau inbreeding.

Saat ini, ada lima tempat pemotongan hewan di daerah perkotaan Manokwari yang dikawal Distanpangan Manokwari.

Ia berharap, rumah potong hewan di Kampung Maripi segera selesai dan difungsikan tahun depan agar fungsi pengawasan kian diperketat.

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved