Berita Fakfak

Segini PAD yang Akan Diterima Pemkab Fakfak dari Industri Pupuk

Pihaknya akan memberikan usaha dan komitmen terbaik untuk menjalankan amanat dari pemerintah dalam membangun PSN di Fakfak, Papua Barat ini.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
Istimewa
PAD FAKFAK - Suasana penyambutan Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo yang diterima secara adat dengan mengikuti prosesi ritual ketik pintu di Petuanan Arguni, Distrik Arguni, Kabupaten Fakfak Papua Barat beberapa waktu lalu, Kamis (9/11/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Dengan beroperasinya Kawasan Industri Pabrik Pupuk Fakfak di Distrik Arguni, dipastikan akan berkontribusi aktif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai Rp 15 miliar per tahunnya.

Itu dikemukakan Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo kepada TribunPapuaBarat.com melalui rilis pers, Kamis (9/11/2023).

"Tak hanya pendapatan nasional, namun kehadiran Pupuk Kaltim nanti juga ditargetkan dapat berkontribusi terhadap pendapatan daerah senilai Rp 15 miliar per tahun," ujarnya.

Baca juga: PT Pupuk Kaltim Sah Diterima Secara Adat dan Siap Bangun Kawasan Industri Pupuk Fakfak

Baca juga: PT Pupuk Kaltim Sah Diterima Secara Adat dan Siap Bangun Kawasan Industri Pupuk Fakfak

Budi menjelaskan, selama durasi pembangunan proyek, Pupuk Kaltim juga memperkirakan penyerapan tenaga kerja ribuan orang saat masa puncak konstruksi.

"Dengan jumlah ini, Pupuk Kaltim digadang dapat menjadi salah satu penggerak roda peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta agen pemerataan pembangunan khususnya di wilayah Indonesia Timur," tegasnya.

Pihaknya akan memberikan usaha dan komitmen terbaik untuk menjalankan amanat dari pemerintah dalam membangun PSN di Fakfak, Papua Barat ini.

"Kami Pupuk Kaltim berharap dapat berkontribusi dalam pemerataan ekonomi dan pembangunan,"tekannya.

Lanjut Budi, sambil mengantarkan industri pupuk nasional menjadi yang terbesar di Asia Pasifik dan menjadi salah satu yang terbaik di kancah global.

Ia menambahkan, tentu hal ini sejalan dengan cita-cita Pupuk Kaltim untuk menjadi penyokong ketahanan pangan nasional.

"Tetapi juga memberikan dampak positif baik bagi lingkungan, maupun masyarakat setempat," tegasnya.

Dari siai pendapatan nasional, kehadiran pabrik baru Pupuk Kaltim di Fakfak ini nantinya juga diproyeksikan akan memberi kontribusi positif pada pendapatan negara.

"Tentu lewat pajak penghasilan perorangan yang diperkirakan akan mencapai Rp 20 miliar per tahunnya," beber Budi.

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved