Berita Fakfak

Disbun Fakfak Jelaskan Makna dan Filosofi Tugu Pala "Tabola Bale" 

Pilar Tifa Pala dan pengikat satu tungku tiga baru di pintu masuk Kantor Dinas Perkebunan, tentu untuk memperkuat brand daerah

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
TribunPapuaBarat.com/Aldi Bimantara
TUGU PALA - Penampakan Tugu Pala "Tabola Bale" dan Tifa di depan Kantor Dinas Perkebunan Fakfak yang menuai perhatian. Dinas Perkebunan Fakfak menekankan tugu tersebut memiliki makna filosofis dan grand daerah, Jumat (29/8/2025) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Tugu Pala "Tabola Bale" yang baru saja dibangun di depan Kantor Dinas Perkebunan Fakfak Papua Barat memikat warga yang melihatnya.

Pasalnya, desain posisi buah Pala sebagai ikon Kabupaten Fakfak biasanya ditampilkan dalam posisi merekah ke bawah atau ke atas.

Baik itu dalam bentuk tugu, monumen maupun replika atau semacamnya di Kota Fakfak.

Namun, melalui kreativitas yang terukir, Dinas Perkebunan Fakfak memunculkan corak buah pala di atas Tugu Tifa dalam posisi seolah terbaring di atas tugu dan merekah ke arah depan.

"Pilar Tifa Pala dan pengikat satu tungku tiga baru di pintu masuk Kantor Dinas Perkebunan, tentu untuk memperkuat brand daerah," ujar Plt Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Jumat (29/8/2025).

Widhi mengatakan, untuk pilar yang terbangun di pintu masuk Kantor Perkebunan Fakfak pada sisi kiri dan kanan selain memiliki nilai estika kantor, juga mengandung makna penguat branding daerah.

"Ada 2 pilar yang kami bangun pada sisi kiri dan kanan pintu masuk kantor Perkebunan senilai Rp 34,7 juta yang bersumber dari anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) 2025," bebernya.

Baca juga: Ronald Helweldery Sarankan Pemkab Fakfak Tata Ulang Taman Satu Tungku Tiga Batu

Tentu dikatakannya dana tersebut digunakan untuk menata kantor menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan publik.

"Pilar ini juga akan menambah estika kantor dan penanda fisik menemukan lokasi kantor tetapi juga sebagai simbol identitas, nilai dan citra dalam memperkuat Brand Fakfak sebagai Kota Pala, Kota Satu Tungku Tiga Batu," jelas Widhi.

Pilar Pengikat 1 Tungku 3 Batu dijelaskannya, melambangkan 3 unsur penting yang saling menopang, yaitu agama, adat, dan pemerintah.

"Ataupun dalam tafsir lainnya sebagai bentuk kerukunan antar umat beragama sebagai falsafah hidup orang Fakfak yang bermakna persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan dalam keberagaman yang perlu ditunjukkan dengan symbol-simbol yang inovatif," katanya.

Dengan adanya pilar pengikat Satu Tungku Tiga Batu yang diwarnai ini, pihaknya optimis semakin memperkuat ikon Fakfak dalam menerjemahkan makna filosofisnya.

"Pilar pengikat melambangkan kehidupan bersama, yang hanya bisa berjalan jika ketiganya berdiri seimbang," ucapnya.

Baca juga: Disbun Fakfak dan Bank Papua Jalin Sinergitas, Siap Luncurkan Retribusi Pala Tomandin

Serta menjadi simbol pemersatu yang mengikat masyarakat Fakfak dalam semangat kebersamaan dan menunjukkan bahwa kekuatan dan kesejahteraan daerah hanya bisa dicapai kalau ketiga batu atau pilar.

"Bisa dilihat pilar ini berdiri seimbang dengan warna dominan masing-masing hijau, biru dan kuning yang diikat dengan warna putih," jelasnya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved