Luksen Jems Mayor Minta Tokoh Agama dan Masyarakat Umum Contohi Semangat Ottow dan Geissler
"Bukan hanya untuk agama Kristen, tapi saya kira untuk semua agama," kata Kepala Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor.
Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Luksen-Jems-Mayor-mengalami-sejumlah-pegawa.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat, Luksen Jems Mayor, mengajak tokoh keagamaan dan masyarakat umum menghormati dan mencontohi semangat perjuangan dua misionaris, Carl Willem Ottow dan Johan Gottlob Geissler.
Hal itu diutarakan Luksen Jems Mayor setelah menziarahi makam kedua misionaris itu di Kwawi, Kabupaten Manokwari, Selasa (19/12/2023).
Luksen yang hari itu tepat berusia 51 tahun menyatakan kedua misionaris itu menjadi pahlawan karena mempersembahkan diri untuk pembangunan Papua yang damai.
"Pendidikan dan kesehatan juga mereka perjuangkan. Jadi hari ini mereka menjadi spirit kita semua, terutama insan pendidikan agama," kata Kepala Kemenag Papua Barat itu setelah membuka Hari Amal Bakti ke 78 Tahun Kementerian Agama.
Kedua tokoh Kristen itu disebut telah mengorbankan diri untuk pengabdian di Papua.
Baca juga: Hari Amal Bakti ke 78 Tahun, Kemenag Papua Barat Ziarah Makam hingga Belanja di Pasar Borobudur
Baca juga: Setelah Melewati Gelombang Tinggi, Rombongan Kemenag Papua Barat Disambut Gembira Warga Sailolof
Ia berharap tokoh agama bahkan masyarakat umum bisa bekerja sungguh-sungguh.
"Itulah tanggung jawab kita dan seluruh aparatur Kementerian Agama untuk mengabdi di negeri ini supaya lebih baik," ujar Luksen Jems Mayor.
Menurutnya, kehadiran kedua tokoh Kristen itu bukan hanya untuk kepentingan keagamaan melainkan juga mengentaskan kemiskinan dan kebodohan.
"Jadi bukan saja karena penginjilan, tapi perubahan dan peradaban orang Papua diletakkan di sini."
"Bukan hanya untuk agama Kristen, tapi saya kira untuk semua agama," kata Luksen Jems Mayor.
Adapun Hari Amal Bakti dipastikan akan dipusatkan di Kabupaten Teluk Bintuni pada 3 Januari 2024.