Kamis, 9 April 2026

Natal dan Tahun Baru di Papua Barat

Petrus Kasihiw: Momen Natal Jadi Pilar Pembangunan, Adat dan Agama

“Yohanis pembaptis mengajar agar kita hidup dalam terang jangan dalam kegelapan,” ujarnya

Tayang:
Penulis: Randy Rumbia | Editor: Libertus Manik Allo
zoom-inlihat foto Petrus Kasihiw: Momen Natal Jadi Pilar Pembangunan, Adat dan Agama
TribunPapuaBarat.com//Randy Rumbia
Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw, foto bersamq umat Gereja Katolik Santo Yohanes KM ll Bintuni, pada Senin, (25/12/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI- Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw bersama istri dan kedua Putrinya melaksanakan Ibadah Natal di Gereja Katolik Santo Yohanes KM ll Bintuni, Senin (25/12/2023).

Tema Natal Tahun 2023 yakni, “kemuliaan bagi Allah dan damai sejahtera di bumi”.

Misa Natal dipimpin oleh Pastor Hary Ohoyledwarin OSA.

Baca juga: Ini Pesan Damai Natal dari Pendeta Hartati Wakim untuk Umat Kristiani di Fakfak

Baca juga: Natal Bersama, Pangdam XVIII/Kasuari Ingatkan Jajaran Tetap Laksanakan Tugas

Dalam khotbahnya Pastor Hary mengatakan, Natal tahun ini merupakan sukacita luar biasa yang mengambarkan kepada umat manusia bahwa ada seorang anak yang lahir yakni Yesus Kristus.

Tema Natal tahun ini kata Pastor Hary, juga mengajak kepada seluruh umat nasrani untuk menjadi agen menyerukan serta membawa sukacita dan damai. 

“Tema Natal ini, terasa sekali pada hari Natal tahun 2023,” kata Pastor Hary.

Ia juga menyerukan, damai sukacita kemulaiaan menjadi Yohanes pembaptis yang menyuarakan agar hidup terang jauh dari kegelapan. 

Yakni sifat tidak senang orang lain bahagia, iri hati, gosip, main judi, curiga sana sini, malas, dan mabuk.

“Yohanis pembaptis mengajar agar kita hidup dalam terang jangan dalam kegelapan,” ujarnya

Pastor Hary mengajak, kepada seluruh umat Nasrani untuk rajin ke gereja.

Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw mengatakan, perayaan Natal bertujuan untuk mengharapkan atau membuka diri agar Yesus lahir di dalam diri. 

Karena Yesus datang ke dunia membawa damai.

"Segala gemerlap Natal itu hanya simbol- simbol, akan tetapi intinya harus memahami Yesus yang lahir dalam kesederhanaan," tuturnya.

"Mungkin ini rahasia Allah yang harus di pahami, manusia yang sedang berziarah dalam kehidupan menuju kepada kehidupan yang kekal," sambungnya.

Lebih lanjut Petrus Kasihiw menyatakan, Natal kali ini, adalah Natal periode terakhir dirinya menjabat sebagai bupati.

Menurutnya, Natal merupakan suatu komponen yang menjadi tiga pilar pembangunan, pemerintah, adat dan agama.

"Dukungan umat beragama sangat luar biasa, kalau pemerintah sendri yang bekerja sendiri tidak akan mampu” pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved