Buka Rakerwil dan Ideopolitor, Ali Baham Temongmere Sanjung Perkembangan Muhammadiyah
Ali Baham Temongmere meminta agar Rakerwil mengevaluasi apa yang sudah dilakukan termasuk peran seluruh pengurus baik di Muhammadiyah maupun Aisyiyah.
Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/pembukaan-Rakerwil-dan-Ideopolitor-Muhammadiyah-dan-Aisyiyah-Papua-Barat.jpg)
Baginya, 13 majelis di struktur Muhammadiyah untuk membangun bangsa khususnya di Papua Barat.
Ia menyatakan Muhammadiyah juga akan mendorong penyelesaian masalah stunting yang menjadi konsentrasi pemerintah.
Di bidang pendidikan, Muhammadiyah pun telah membangun tiga STKIP Muhammadiyah, termasuk di Manokwari.
Mahasiswa di STKIP Muhammadiyah Manokwari, ucap Mulyadi Djaya, diisi 60-70 persen orang asli Papua (OAP) dan beragama Kristen.
"Kenapa mereka suka pendidikan di STKIP Muhammadiyah? Karena SPP-nya bisa dicicil. Tidak apa-apa, yang penting anak-anak kita bisa melanjutkan sekolah," kata Mulyadi Djaya.
Pembukaan Rakerwil dan Ideopolitor Muhammadiyah dan Aisyiyah Papua Barat ini dihadiri Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat, Mohamad Lakotani.
Ada juga Kepala Bakesbangpol Papua Barat, Thamrin Payapo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat, Ahmad Nasrau dan sejumlah pengurus serta ormas Islam lainnya di Manokwari.
| Kontrakan Jatuh Tempo, Mahasiswa Supiori di Manokwari Desak Pemda Bangun Asrama Permanen |
|
|---|
| Agnes Sauyas Resmi Terpilih Jabat Ketua, Fokus Tingkatkan Kualitas Mahasiswa Supiori di Manokwari |
|
|---|
| Jelang Pesparawi Nasional, Bupati Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Ketertiban Kota Manokwari |
|
|---|
| Ketua Pemuda Adat Doberai: Otsus Harus Berpihak pada OAP, Bukan Sekadar Anggaran |
|
|---|
| Kota Fakfak Punya Wisata Berenang hingga Berfoto dengan Hiu Paus |
|
|---|