Buka Rakerwil dan Ideopolitor, Ali Baham Temongmere Sanjung Perkembangan Muhammadiyah
Ali Baham Temongmere meminta agar Rakerwil mengevaluasi apa yang sudah dilakukan termasuk peran seluruh pengurus baik di Muhammadiyah maupun Aisyiyah.
Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/pembukaan-Rakerwil-dan-Ideopolitor-Muhammadiyah-dan-Aisyiyah-Papua-Barat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Ideologi Politik dan Organisasi (Ideopolitor) Muhammadiyah dan Aisyiyah Papua Barat, Jumat (12/1/2024).
Ali, dalam sambutannya, mengatakan banyak jasa Muhammadiyah dalam bidang pendidikan.
"Pendidikan yang mendorong Muhammadiyah lebih mengarah pada mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Ali Baham Temongmere di Hotel Fujita Manokwari.
Ia menyanjung Muhammadiyah juga lebih cepat dalam penyesuaian ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Termasuk dalam menghitung kapan puasa dan kapan Lebaran," katanya diselingi candaan.
Baca juga: Ali Baham Temongmere Kunker ke Kaimana, Disambut Prosesi Adat Irarutu
Meskipun begitu, Ali Baham Temongmere memastikan perkembangan Muhammadiyah sangat cepat.
Ia menyebut hal itu sama dengan pengembangan pendidikan khususnya dalam pengelolaan dana Otonomi Khusus (Otsus) yang mengarah pada perkembangan sumber daya manusia.
Ali meminta agar Rakerwil mengevaluasi apa yang sudah dilakukan termasuk peran seluruh pengurus baik di Muhammadiyah maupun Aisyiyah.
"Semua dievaluasi dan kemudian dicatat dengan baik agar memberikan penghargaan kepada semua yang telah berkontribusi terhadap pengembangan Muhammadiyah di Papua Barat," katanya.
Ketua PP Muhammadiyah, Irwan Akib, menyatakan Milad ke-111 Muhammadiyah mengusung tema "Bagaimana Memelihara Alam Semesta".
Baca juga: Muhammadiyah Papua Barat Silaturahmi ke Pj Gubernur, Sampaikan Rencana Rakerwil dan Ideopolitor
Hal itu sebagai bentuk menghadirkan Muhammadiyah yang membawa Islam berkemajuan bagi semua.
"Bukan hanya rahmat bagi manusia, tapi juga seluruh alam. Muhammadiyah hadir bagi kepentingan umat, untuk kepentingan bangsa," kata Irwan Akib.
Selain itu, ia meminta Aisyiyah Papua Barat menjadi penggerak dan contoh membangun keluarga sakinah.
Ia percaya keluarga yang terbangun dengan baik juga akan membuat lingkungan menjadi tenteram.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, Mulyadi Djaya, menyebut kader Muhammadiyah akan meneruskan program yang menyentuh akar rumput mulai dari masalah sosial, ekonomi, hingga kebudayaan.
Baca juga: Bupati Freddy Thie Ajak Warga Muhammadiyah Kolaborasi Bangun Kaimana
Baginya, 13 majelis di struktur Muhammadiyah untuk membangun bangsa khususnya di Papua Barat.
Ia menyatakan Muhammadiyah juga akan mendorong penyelesaian masalah stunting yang menjadi konsentrasi pemerintah.
Di bidang pendidikan, Muhammadiyah pun telah membangun tiga STKIP Muhammadiyah, termasuk di Manokwari.
Mahasiswa di STKIP Muhammadiyah Manokwari, ucap Mulyadi Djaya, diisi 60-70 persen orang asli Papua (OAP) dan beragama Kristen.
"Kenapa mereka suka pendidikan di STKIP Muhammadiyah? Karena SPP-nya bisa dicicil. Tidak apa-apa, yang penting anak-anak kita bisa melanjutkan sekolah," kata Mulyadi Djaya.
Pembukaan Rakerwil dan Ideopolitor Muhammadiyah dan Aisyiyah Papua Barat ini dihadiri Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat, Mohamad Lakotani.
Ada juga Kepala Bakesbangpol Papua Barat, Thamrin Payapo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat, Ahmad Nasrau dan sejumlah pengurus serta ormas Islam lainnya di Manokwari.
| Semarak Hardiknas, Pemuda Fakfak Gagas Rumah Baca Siboban |
|
|---|
| 3 Sorotan Tajam PGRI Fakfak di Hardiknas: Dari Digitalisasi hingga Nasib Guru |
|
|---|
| Dari Guru Pedalaman ke Legislator, Roy Masyewi Terus Suarakan Pendidikan di Papua |
|
|---|
| Semangat Hardiknas, DPRK Teluk Bintuni Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kolaborasi Daerah |
|
|---|
| Klarifikasi PT Layar Nusantara Gas: 28 Pekerja di Tofoi Bukan Bagian Proyek Kami |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.