Jumat, 17 April 2026

Polinef Kembangkan Pemanfaatan Cangkang Pala Jadi Bata Ringan di Distrik Pariwari Fakfak

Ketua Tim PKM Polinef, Budiman, mengatakan inovasi mengolah cangkang pala sebagai campuran material bata ringan telah diuji di laboratorium.

Tayang:
zoom-inlihat foto Polinef Kembangkan Pemanfaatan Cangkang Pala Jadi Bata Ringan di Distrik Pariwari Fakfak
kemdikbud.go.id
Dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) mengolah limbah cangkang buah pala menjadi bata ringan. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) mengolah limbah cangkang buah pala menjadi bata ringan.

Sejumlah dosen dan mahasiswa dari Jurusan Teknik Sipil Polinef memanfaatkan ivonasi itu sebagai bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Polinef, Budiman, mengatakan inovasi mengolah cangkang pala sebagai campuran material bata ringan telah diuji di laboratorium.

"Cangkang pala memiliki tekstur ringan dan keras," katanya melalui rilis.

Baca juga: Polinef Jalin Sinergitas dengan PT Kilang Pertamina International untuk Rekrutmen Tenaga Kerja

 

Karena itu, cangkang pala dapat mengurangi volume beton dan memenuhi spesifikasi material penyusun bata ringan.

Inovasi itu lalu dikembangkan untuk pemberdayaan masyarakat di Distrik Pariwari, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Menurut Budiman, Distrik Pariwari adalah daerah penghasil pala di Kabupaten Fakfak, tetapi cangka pala terbuang percuma.

Padahal limbah cangkang pala dapat digunakan sebagai material campuran bata ringan.

Baca juga: Mahasiswa Polinef Ciptakan Alat Pendeteksi Maling Helm Berbasis IoT, Raih Juara I2ASPO

Untuk mengembangkan inovasi itu, dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Polinef menggelar pelatihan pembuatan bata ringan dengan menggunakan cangkang pala bagi masyarakat Distrik Pariwari.

Menurut Budiman, pelatihan berlangsung lancar dan diterima baik oleh mitra masyarakat di Distrik Pariwari.

Masyarakat sangat antusias mempelajari komposisi campuran, termasuk jumlah cangkang pala, yang pas dalam proses pembuatan bata ringan tersebut

"Harapannya, masyarakat dapat menerapkan inovasi ini untuk membantu masyarakat mengurangi limbah cangkang pala sekaligus sebagai bahan tambahan bata ringan," ujar dosen Jurusan Teknik Sipil Polinef tersebut.

Dalam pelatihan itu, ucapnya, dosen dan mahasiswa Polinef memberikan cetakan agar masyarakat tidak perlu kesusahan dalam mencari cetakan bata ringan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved