Mahasiswa Manokwari Demo HAM
Berikut Tuntutan Mahasiswa dalam Demonstrasi Peduli HAM di Manokwari
Pihaknya juga mendesak Pangdam XVII/Cendrawasi agar melakukan evaluasi penuh terhadap jajarannya hingga tingkat bawah
Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Demo-71092.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Menyikapi kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI-AD terhadap warga sipil di Papua Pegunungan beberapa waktu lalu, gabungan mahasiswa di Manokwari menggelar aksi demo damai, Selasa (26/3/2024).
Koordnator Lapangan (Korlap), Septinus Asiti mengatakan, dalam aksi tersebut, para mahasiswa menuntut beberapa poin.
Pertama, mahasiswa mendesak agar oknum aparat yang melakukan tindakan penganiayaan agar segera diproses secara hukum yang berlaku di tanah air.
Baca juga: Aktivis HAM Desak Polisi Ungkap Motif Tewasnya Dua Warga yang Dianiaya Penambang Ilegal
Baca juga: BREAKING NEWS: Mahasiswa Manokwari Gelar Demonstrasi Tuntut Keadilan HAM Bagi OAP
"Kedua, kami mendesak MRP se-Tanah Papua untuk mengusut tuntas penganiyaan yang terjadi di tanah Papua oleh aparat negara," kata Septinus kepada wartawan.
Kepada oknum aparat yang melakukan tindakan penganiayaan juga dituntut mahasiswa agar dicopot dari instutusinya.
Pihaknya juga mendesak Pangdam XVII/Cendrawasi agar melakukan evaluasi penuh terhadap jajarannya hingga tingkat bawah.
"Kami juga mendesak Pangdam Cemdrawasi untuk mundur dari jabatannya karena tidak mengakui video penganiayaan yang viral kemarin," jelasnya.
Aksi ini, kata dia, harus dilakukan karena mahasiswa menggap mereka juga bagian dari korban yang disiksa.
Mereka menganggap bahwa, tindakan itu merupakan suatu kemunduran dalam upaya penegakan hukum di republik.
"Kami peduli dengan persoalan ini makanya kami harus turun ke jalan dan orasi, kalau tidak nanti siapa lagi yang mau menyuarakan," pungkasnya.
Diketahui, usai menggelar aksi di depan Kampus Unipa, mahasiswa kemudian bertolak menuju persingangan lampu merah Makalo, kemudian lanjut di Haji Bauw.
Para mahasiswa juga akan melanjutkan aksinya ke Kantor MRPB, Kodam XVIII/Kasuari, dan Kanwil Kemenkumham Papua Barat.
Sebelumnya, Gabungan Mahasiswa di Manokwari, menggelar aksi demo damai di depan Kampus Universitas Papua (Unipa), Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat, Selasa (26/3/2024).
Mereka menuntut adanya keadilan bagi Orang Asli Papua, terkait kasus penganiayaan yang terjadi di Jayawijaya, Papua Pegunungan, belum lama ini.
"Kami ingin menyuarakan keadilan di tanah Papua," cetus Ketua GMKI Cabang Manokwari dalam orasinya.