Info Unipa
Perpustakaan UNIPA Raih Akreditasi B dari Perpustakaan Nasional RI
INLIS Lite merupakan perangkat lunak aplikasi otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpusnas sejak tahun 2011.
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/unipa-perpustakan-109.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Unit Pelayanan Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Papua (UNIPA) resmi menyandang predikat Akreditasi B dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Rektor UNIPA Mekry Sagrim mengatakan, perpustakaan UNIPA terkareditasi B karena berhasil memenuhi Standar Nasional Perpustakaan.
Adapun predikat akreditasi B untuk UNIPA berlaku hingga empat tahun ke depan, terhitung mulai ditetapkan di Jakarta pada 4 Agustus 2023 oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando.
Baca juga: Antropolog UNIPA: Perlu Ada Regulasi Pertegas Kebijakan Kebudayaan Lindungi Kearifan Lokal Papua
Baca juga: UNIPA Wisuda 397 Mahasiswa dan Kukuhkan Satu Guru Besar
“Jadi, semua-semua sudah diakreditasi, kalau tidak diakreditasi maka tidak boleh memberikan pelayanan kepada publik,” ungkap Rektor UNIPA Mekry Sagrim diwawancarai TribunPapuaBarat.com di Manokwari belum lama ini.
Terpisah, Kepala UPA Perpustakaan UNIPA Rima Siburian mengungkapkan, prestasi akreditasi B tersebut tak lepas dari dukungan Rektor dan seluruh jajaran pimpinan UNIPA.
Diakuinya bahwa saat ini setiap unit di perguruan tinggi memang harus diakreditasi.
Pada proses akreditasi, ucapnya, ada sembilan standar yang digunakan Perpusnas RI dalam penilaian yang tak beda jauh dengan akreditasi program studi maupun perguruan tinggi.
Ia menjelaskan, dari sembilan standar itu, termasuk fasilitas pelayanan, manajemen, hingga bagaimana promosi dan proses inklusi sosial pun harus terjadi.
Menurut dia, salah satu poin perpustakaan UNIPA yang menjadi keunggulan dalam penilaian akreditasi yakni gedung lantai tiganya yang baru diresmikan awal November 2023.
Serta, perpustakaan UNIPA juga sudah mempunyai layanan e-book dan tahun ini mulai menerapkan INLIS (Integrated Library System) Lite.
INLIS Lite merupakan perangkat lunak aplikasi otomasi perpustakaan yang dibangun dan dikembangkan oleh Perpusnas sejak tahun 2011.
INLISLite dikembangkan sebagai perangkat lunak satu pintu bagi pengelola perpustakaan untuk menerapkan otomasi perpustakaan.
Untuk itu, ia mendorong agar buku-buku yang ditulis para dosen UNIPA juga bisa dimasukkan dalam layanan e-book perpustakaan UNIPA.
“Sehingga kita boleh bangga karena memakai produk kita, bukunya bisa dibaca oleh semua mahasiswa,” ujarnya.
“Puji Tuhan kita masuk akreditasi B, sementara perguruan tinggi lain masih berproses,” pungkas Rima Siburian.
(*)