Havandi Gusli: Landasan Pacu Bandara Rendani Manokwari 2.300 Meter Siap Digunakan
dengan dokumen AIP, semua pilot yang mendarat atau lewat di Bandara Rendani mengetahui performa bandara, termasuk panjang dan lebar landasan pacu
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Havandi-Gusli-diwawancarai-media-di-kantor-UPBU-Kelas-II-Rendani-Manokwari.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Landasan pacu Bandar Udara (Bandara) Rendani Manokwari, Papua Barat, sepanjang 2.300 meter baru bisa digunakan setelah publikasi Aeronautical Information Publication (AIP) oleh AirNav Indonesia.
Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Havandi Gusli, mengatakan publikasi AIP direncanakan pada April 2024.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI menyatakan landasan pacu Bandara Rendani yang diperpanjang 300 meter dari kondisi semula 2.000 meter sudah siap digunakan.
“Tinggal satu tahap lagi pengajuan AIP sedang proses kita naikkan. AIP termasuk dokumen internasional memberi tahu ke seluruh maskapai bahwa Bandara Rendani sudah berubah,” kata Havandi Gusli ketika diwawancarai media di kantor UPBU Kelas II Rendani Manokwari, Papua Barat, Selasa (16/4/2024).
AIP merupakan suatu publikasi yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan berisi informasi aeronautika yang bersifat permanen dan sangat penting bagi navigasi penerbangan.
Baca juga: Otban Wilayah IX: Pelita Air dan TransNusa Berpeluang Besar Beroperasi di Bandara Rendani Manokwari
Ia menjelaskan, dengan dokumen AIP, semua pilot yang mendarat atau lewat di Bandara Rendani mengetahui performa bandara, termasuk panjang dan lebar landasan pacu.
Ia mencontohkan, jika dalam pesawat dari Filipina ke Australia melewati langit Manokwari terjadi masalah, dengan melihat dokumen AIP, pilot bisa mengetahui landasan pacu Bandara Rendani sudah 2.300 meter dan memungkinkan untuk mendarat darurat.
Menurut dia, dengan landasan pacu Bandara Rendani menjadi 2.300 meter akan sangat mempengaruhi penerbangan di Kabupaten Manokwari.
Selama ini, ucapnya, pesawat yang mendarat di Bandara Rendani tidak bisa membawa beban maksimal sesuai kapasitasnya karena landasan pacu sebatas 2.000 meter.
Ia mencontohkan, jika satu pesawat berkapasitas beban 100 ton, tetapi karena landasannya hanya 2.000 meter, pesawat itu tidak bisa membawa penuh 100 ton.
Baca juga: Bandara Rendani Manokwari Terus Berkembang, Hermus Indou: Kejar Ketertinggalan dari Daerah Lain
Contohnya, pesawat Boeing 737-900 sebelumnya hanya bisa membawa muatan 70-an persen dari kapasitas ketika landasan pacu Bandara Rendani hanya 2.000 meter.
Setelah landasan pacu menjadi 2.300 meter, pesawat tersebut bisa membawa muatan hingga 80 persen dari kapasitas.
“Atau pesawat Airbus kalau dulu hanya bisa membawa muatan 80-90 persen, sekarang sudah bisa full (penuh),” ujar Havandi Gusli
Sebelum Bandara Rendani diperpanjang menjadi 2.300 meter, sudah ada maskapai penerbangan yang tertarik masuk di Manokwari, di antaranya Pelita Air dan TransNusa.
Bandara Rendani
Papua Barat
Havandi Gusli
Kementerian Perhubungan
Pelita Air
TransNusa
Kabupaten Manokwari
landasan pacu
| Ketua I LPPN Tinjau Kesiapan Manokwari sebagai Tuan Rumah Pesparawi XIV |
|
|---|
| Ribuan Pelajar Meriahkan Pawai Hardiknas 2026 di Manokwari Papua Barat |
|
|---|
| Anggota Brimob Ukir Prestasi Nasional, Bripda Silya Terima Penghargaan Kapolda Papua Barat |
|
|---|
| Kerja Sama Pemkab Kaimana–BPKP Papua Barat Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah |
|
|---|
| Pemkab Teluk Bintuni Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Wabup: Jadi Bahan Evaluasi Keuangan Daerah |
|
|---|