Berita Manokwari
Bandara Rendani Manokwari Terus Berkembang, Hermus Indou: Kejar Ketertinggalan dari Daerah Lain
“Untuk alih trase jalan dan jembatan sudah masuk pelelangan di Dirjen Bina Marga, dan ini akan melewati sisi laut dan menjadi ikon negara di Manokwari
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/bandara-rendani-57.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pekerjaan pengembangan Bandar Udara (Bandara) Rendani sebagai salah satu proyek infrastruktur nasional di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat di tahun anggaran 2022-2023 telah rampung.
Mulai dari perpanjangan landasan pacu (runway) dari 2.000 meter menjadi 2.300 meter, box culvert, runway strips dan RESA.
Kendati begitu, Bupati Manokwari Hermus Indou menegaskan, pengembangan Bandara Rendani masih terus berlanjut agar runway diperpanjang jadi 3.000 meter.
Baca juga: Pengembangan Bandara Rendani Berlanjut, Bupati Hermus Indou dan Warga Mulai Patok Tanah
Baca juga: Pemda Manokwari Sosialisasi Pembangunan Alih Trase Jalan Bandara Rendani kepada Warga Terdampak
Serta, pembangunan jembatan dan alih trase jalan hingga peningkatan terminal Bandara Rendani yang dilengkapi lima garbarata.
Menurut Hermus Indou, semua ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Kabupaten Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat dibanding daerah lain di Tanah Papua.
Hal tersebut diungkapkan Hermus Indou saat memberi sambutan dalam acara syukuran yang digelar di area Outlet Box Culvert Bandara Rendani Manokwari, pada Jumat (8/3/2024).
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX Sigit Pramono, dan Kepala Bandara (Kabandara) Rendani Havandi Gusli
Forkopimda Papua Barat seperti Kapolda Papua Barat Irjen Pol Johnny Edison Isir, Kajati Papua Barat Harly Siregar, dan perwakilan Pangdam XVIII/Kasuari juga hadir dalam syukuran hari ini.
Ada juga Forkopimda Manokwari seperti Ketua Pengadilan Negeri Manokwari Berlinda Ursula Mayor, Kapolresta Manokwari Kombes Pol Rivadin Benny Simangunsong, dan perwakilan Dandim 1801/Manokwari.
Pantauan TribunPapuaBarat.com di lokasi, syukuran pengembangan Bandara Rendani dirangkai dalam ibadah dilanjutkan prosesi adat masyarakat setempat.
“Manokwari sangat tertinggal, maka pengembangan Bandara Rendani ini sebagai bentuk mengejar ketertinggalan untuk pemerataan pembangunan dan dari aspek keadilan,” jelas Hermus Indou.
Ia mengatakan, Bandara Rendani dipersiapkan tak hanya menjadi bandara penumpang, tetapi kelak bisa jadi bandara kargo dan bandara hub untuk penumpang haji dan umrah di Tanah Papua.
Maka, perpanjangan runway menjadi 3.000 meter merupakan keniscayaan untuk mewujudkannya.
Ia menyebut, kekurangan lahan 700 meter dari kondisi eksisting 2.300 meter untuk menjadi 3.000 meter, merupakan pekerjaan rumah Pemkab Manokwari dan Pemprov Papua Barat.
Termasuk pembebasan lahan untuk pembangunan alih trase jalan dan jembatan menuju Bandara Rendani.