Berita Fakfak
Pemkab Fakfak Launching Program Dashat untuk Tekan Stunting
"Dashat ialah program Pemerintah Pusat yang diluncurkan oleh BKKBN dalam rangka percepatan penurunan stunting," ujarnya
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Dahsat-2.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak Papua Barat resmi meluncurkan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) sebagai bagian dari upaya menekan turun kasus stunting.
Wakil Bupati Fakfak, Yohana Dina Hindom melakukan pelepasan balon sebagai bentuk simbolis peluncuran Program Dashat.
Saat diwawancarai secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Fakfak, Zulchaidah Bauw mengatakan ini merupakan program dari Pemerintah Pusat.
Baca juga: Untung Tamsil Resmikan Lapangan Futsal Werba Raya: Akomidir Talenta Muda Fakfak
Baca juga: BPBD Fakfak Imbau Warga Waspada Potensi Intensitas Hujan Tinggi
"Dashat ialah program Pemerintah Pusat yang diluncurkan oleh BKKBN dalam rangka percepatan penurunan stunting," ujarnya.
Lanjut Zulchaidah mengatakan, tetapi program Dashat ini dikemas dalam bentuk Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) pada keluarga berisiko stunting mulai dari cerdil, bumil, besui, baduh dan balita.
"Tujuan dari Program Dapur Dashat ialah untuk pencegahan stunting dengan cara mengajarkan pola masak yang lebih baik agar vitamin dan gizi yang terkandung pada makanan yang dikomsumsi tetap terjaga," tambahnya.
Tujuan lain dikatakannya untuk memanfaatkan sumber daya lokal atau pangan lokal guna pemenuhan gizi bagi keluarga berisiko stunting.
Ia menyebutkan, pada tahun 2024 ini DP3AP2KB Fakfak akan melakukan kegiatan Dapur Dashat pada 36 Kampung KB yang ada di Kabupaten Fakfak.
"Kampung KB adalah kampung atau kelurahan yang sudah terbentuk pokja dan poktan yang saling terintegrasi untuk mewujudkan keluarga kecil dan berkualitas," jelasnya.
Ia berharap melalui Program Dashat ini, dapat berkontribusi terhadap pemenuhan gizi anak pada tingkat keluarga.
Sebelumnya diketahui angka prevalensi anak dengan kasus Stunting di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat tergolong tinggi.
Sekretaris Bappeda dan Litbang Fakfak, Awal Woretma mengatakan, dari data kesehatan, angka stunting pada 2022 mencapai 26 persen.
Sementara pada 2023, kata Awal, angka prevelensi anak dengan kasus stunting sebanyak 29 persen.
(*)