Minggu, 19 April 2026

Berita Manokwari

Polresta Manokwari Ungkap Hasil Autopsi Yahya Sayori: Ada Luka Benda Tumpul

Polresta Manokwari kemudian meminta dilakukan autopsi, namun saat itu ditolak oleh keluarga korban.

Tayang:
Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Libertus Manik Allo
zoom-inlihat foto Polresta Manokwari Ungkap Hasil Autopsi Yahya Sayori: Ada Luka Benda Tumpul
TribunPapuaBarat.com//Marvin Raubaba
Konferensi Pers di Mapolresta Manokwari dalam pengungkapan beberapa kasus pada, Kamis (16/5/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Penyebab kematian Yahya Sayori yang dinyatakan hilang saat berburu di hutan lindung Anggori, Manokwari, Papua Barat akhir April lalu, mulai menemui titik terang.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilakukan oleh dokter forensik dari Biak beserta Biddokes Polda Papua Barat, ditemukan adanya dugaan hantaman benda tumpul di tubuh korban.

Kapolresta Manokwari, Kombes Pol RB Simangunsong mengatakan, sebelumnya korban telah menjalani visum luar di RSUD Manokwari.

Baca juga: Polresta Manokwari Ungkap Adanya Korban Mutilasi di Masni Manokwari, Ini Kronologinya

Baca juga: Polresta Manokwari Akan Ungkap Misteri Kematian Yahya di Hutan Lindung Anggori

Ditemukan sejumlah kejanggalan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Polresta Manokwari kemudian meminta dilakukan autopsi, namun saat itu ditolak oleh keluarga korban.

Hingga melalui informasi yang berkembang, pihak keluarga korban kemudian menyetujui untuk dilakukan autopsi.

"Pada intinya, hasil autopsi menunjukan ada dugaan kuat itu almahrum dibunuh," ungkap RB Simangungsong saat memberikan keterangan pers di halaman Mapolresta Manokwari, Kamis (16/5/2024).

Lanjut Simangungsong, dari kesimpulan dokter forensik berdasarkan hasil autopsi, korban meninggal akibat pendarahan hebat karena hantaman benda tumpul di bagian wajah, bahu kanan dan lutut.

Dari hasil itu, polisi kemudian mendapat titik terang untuk melanjutkan penyelidikan.

"Hasilnya ada enam orang yang diduga terlibat dalam kematian almahrum," ungkapnya.

Oleh sebab itu, Simangungsong mengimbau kepada semua pihak termasuk kepala suku, agar dapat koperatif dan membantu polisi dalam mengungkap kasus kali ini.

"Disini imbauan saya, yang kami duga itu ada enam orang. Kalau bisa kepala suku yang bersangkutan bisa menyerahkan mereka secara baik-baik," pintanya.

"Apabila diserahkan secara baik, maka dipastikan kami juga akan menerima mereka secara baik," sambungnya.

Lebih lanjut Simangungsong berpesan, agar masyarakat tidak melakukan penghalangan saat anggotanya menjalankan tugasnya. 

"Jadi kami mohon nanti kerja samanya," imbuhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved