Berita Teluk Bintuni
Harkitnas 2024, Frans Awak: Perjalanan Panjang Indonesia Mencapai Kemerdekaan dan Kedaulatan
Frans juga menyinggung perjuangan Kartini yang menginspirasi aspirasi kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.
Penulis: Randy Rumbia | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Harkitnas-tb.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni, Papua Barat menggelar upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116 tahun 2024.
Upacara itu berlangsung di halaman Kantor Bupati Teluk Bintuni, Distrik Manimeri, Selasa (21/5/2024).
Harkitnas 2024 mengambil tema “Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas".
Baca juga: Ini Pesan Menkominfo Budi Arie Setiadi di Hari Kebangkitan Nasional 2024
Baca juga: Hari Kebangkitan Nasional, Ketua Karang Taruna Fakfak Beri Pesan Khusus untuk Para Pemuda
Upacara dihadiri oleh pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Plt Sekda Teluk Bintuni, Frans N Awak mengatakan, harkitnas merupakan bagian dari perjalanan panjang Bangsa Indonesia dalam mencapai kemerdekaan dan kedaulatan.
“Hari-hari ini kita dihadapkan pada kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia,” kata Frans dalan sambutannya.
Frans mene bahwa dua dekade ke depan adalah momen krusial yang menentukan langkah Indonesia dalam mewujudkan cita-cita besar sebagai negara maju.
Ia menekankan pentingnya keteladanan yang dapat dikaitkan dengan masa depan, bukan hanya masa lalu, dan peran besar ide-ide yang membuka ruang imajinasi peradaban.
Upacara ini juga mengingatkan kembali pada sejarah berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 yang menjadi simbol peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Boedi Oetomo, yang awalnya didirikan oleh sekelompok dokter dan calon dokter di Batavia, menjadi motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda.
Frans juga menyinggung perjuangan Kartini yang menginspirasi aspirasi kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, dan keadilan.
Melalui tulisan-tulisannya, Kartini menggodok aspirasi remaja Indonesia untuk memperjuangkan pendidikan sebagai jalan menuju kemerdekaan dan peradaban baru.
Lanjut Frans, pentingnya teknologi digital sebagai pendorong perubahan revolusioner dalam kehidupan manusia saat ini.
“Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner. Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi,” tuturnya.
Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan, juga menegaskan pentingnya memaksimalkan bonus demografi Indonesia dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, untuk meraih peluang menjadi negara maju.