Kamis, 23 April 2026

Berita Mansel

Syahrial Sebut Galian C Berpotensi Jadi Pendongkrak PAD di Mansel

"Jadi itu yang harus kami sosialisasikan kepada pemilik ulayat, karena nanti mereka yang mngelola itu," ucapnya.

Tayang:
zoom-inlihat foto Syahrial Sebut Galian C Berpotensi Jadi Pendongkrak PAD di Mansel
(Foto: TribunPapuaBarat.com//Andika Gumenggilung)
Salah satu area MBLB atau galian C di Kabupaten Mansel. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANSEL - Belum lama ini, tim dari Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) Provinsi Papua Barat, menyambangi Kabupaten Karangasem, Bali.

Kunjungan tersebut guna melihat langsung potensi pendapatan pajak Kabupaten Karangasem, salah satunya melalui Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau galian C.

Hal itulah yang coba diterapkan di Mansel, mengingat kabupaten berjuluk Segitiga Emas ini memiliki potensi MBLB.

Baca juga: Bapenda Papua Barat: Januari 2025, Alat Berat Akan Dikenai Pajak

Baca juga: Bapenda Mansel Bakal Petakan Potensi Pajak Daerah

Plt Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Syahrial mengatakan, MBLB atau galian C merupakan potensi yang sangat bisa diandalkan Pemkab Mansel, guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Hanya saja permasalahannya yakni, untuk galian C ini ada regulasinya sesuai Undang-undang. Di mana untuk memungut pajak di situ, Pemda tidak boleh langsung karena ada pengecualian khusus di Papua," tuturnya, Selasa (21/5/2024).

Di mana kata Syahrial, kekhususan itu menyangkut dengan kepemilikan hak ulayat.

"Jadi itu yang harus kami sosialisasikan kepada pemilik ulayat, karena nanti mereka yang mngelola itu," ucapnya.

"Mereka yang mengelola, tapi mereka harus punua izin. Itu yang kita fasilitasi. Sehingga ketika mereka mendapatkan izin dan mau mengeksplorasi, konsumen atau yang butuh itu kita hitung dari situ. Tetapi yang punya lokasi juga sudah harus bayar pajak sebenarnya kepada negara," pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved