Berita Fakfak
Untung Tamsil Tanam Bibit Matoa Super dan Kelapa Hibrida di Kampung Wambar Timur
"Ini tentu kita upayakam agar lebih masif lagi kita giatkan penanaman supaya bisa menjadi sumber pula bagi masyarakat kita,"
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kelapa-dan-matoa.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Bupati Fakfak Untung Tamsil menanam bibit matoa super dan kelapa hibrida di Kampung Wambar Timur.
Penanaman bibit matoa tersebut dilakukan sebagai bentuk inisiasi Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Fakfak yang bekerja sama dengan kelompok pekebun karori Kampung Wambar Timur.
Pihaknya mengadakan acara penanaman bibit matoa super dan kelapa hibrida tersebut guna untuk membudidayakan komoditas unggulan perkebunan Fakfak.
Baca juga: Pemkab Fakfak Dorong Pengembangan UMKM Sekolah, Ini Penjelasan Untung Tamsil
Baca juga: Untung Tamsil Datangkan Investor Perikanan ke Distrik Karas Fakfak, Wujudkan Kemandirian Ekonomi
"Ini tentu matoa super yang merupakan jenis tanaman baru endemik di Fakfak dan diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat setempat," ujar Bupati Fakfak, Untung Tamsil kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Selasa (23/7/2024).
Selain itu, dikatakannya tanaman ini juga bisa meningkatkan dukungan terhadap agrowisata, di mana pada akhirnya mendukung beberapa destinasi wisata di Kabupaten Fakfak secara terintegrasi.
"Ini tentu kita upayakam agar lebih masif lagi kita giatkan penanaman supaya bisa menjadi sumber pula bagi masyarakat kita," tandasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati menyampaikan, kegiatan launching ini merupakan inisiatif dari kelompok karori yang diketuai oleh Efendi Hegemur.
"Jadi memang mereka ini memiliki lahan seluas 2 hektar yang membentang dari koridor jalan hingga ke pesisir pantai, dengan tujuan untuk mengembangkan dua jenis komoditi yaitu matoa super dan kelapa hibrida," tutur Widi.
"Tanaman ini juga merupakan inisiatif dari Bapak Bupati Fakfak yang dalam kunjungannya beberapa waktu lalu ke Manado sempat berharap agar tanaman ini bisa ada di Fakfak," ujar Widhi.
Lanjut Widhi mengatakan, Dinas Perkebunan Fakfak merespons positif dengan mengagendakan peluncuran ini.
"Mengingat pula matoa super merupakan tanaman baru hasil rekayasa jaringan kultur sehingga dapat dibudidayakan dengan cepat dan memiliki tinggi yang sedang," jelasnya.
Menurut Widhi, meskipun matoa super pada awalnya merupakan tanaman kehutanan, proses budidaya dan rekayasa yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan produksinya di masa mendatang.
"Dengan tambahan jenis matoa ini, berarti di Fakfak sekarang sudah ada 18 jenis komoditi yang sedang diusahakan oleh masyarakat sebagai bagian dari tanaman perkebunan," tambah Widhi.
Sekadar diketahui, acara launching ditandai dengan penanaman simbolis komoditi unggulam perkebunan itu juga diikuti oleh para Forkopimda, pimpinan OPD, dan kepala distrik.
(*)