Charles Imbir: Perlu Jalan Bersama Selesaikan Persoalan di Tanah Papua
"Pemerintah harus punya peta jalan untuk menggapainya, tidak lagi hanya omong-omong," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/CI2024.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pembunuhan pilot berkebangsaan Selandia Baru, Glen Malcolm Conning di Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah menyita perhatian berbagai pihak.
Termasuk dari Politisi Muda Tanah Papua Charles Imbir.
Pria yang kini menjabat sebagai ketua DPD Hanura Papua Barat Daya ini, mengutuk tindakan keji itu.
Baca juga: FKIP Unipa Siap Jadi “Oase” Pendidikan di Tengah Konflik Kabupaten Puncak
Baca juga: JDP Minta Konflik OPM dan Militer RI di Paniai Tidak Korbankan Warga Sipil
Menurut Charles Imbir penembakan dan pembunuhan di luar hukum adalah penghianatan kepada kemanusiaan.
"Untuk itu kita mengutuk semua perbuatan keji, termasuk penembakan kepada pilot berkebangsaan Selandia Baru di Distrik Alama, Mimika, Papua Tengah," kata Charles Imbir dalam siaran persnya yang diterima Tribun, Kamis (8/8/2024) pukul 07.58 WIT.
Charles menyayangkan di saat negara dan Bangsa Indonesia hendak melaksanakan peringatan kemerdekaan 17 Agustus 2024, masih saja ada ketidak adilan yang belum tuntas.
"Timika adalah salah satu kota terkaya di Papua, tetapi ironis selalu ada tuntutan keadilan dan kemiskinan yang melanda negeri emas ini," ujar pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua 2 DPRD Raja Ampat itu.
Charles mengatakan, harusnya di era kemerdekaan dan otonomi khusus (Otsus) di wilayah yang kaya akan sumber daya alam (SDA) ini, tak perlu ada darah dan air mata yang menetes.
Ironinya lagi sambung Charles, setiap kali memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, selalu ada persoalan yang muncul dan menyengat.
Persoalan yang muncul tidak saja terjadi di Tanah Papua, tetapi juga nasional bahkan international.
Artinya lanjut Charles Imbir, ada yang salah baik di manajemen pemerintahan pusat maupun daerah.
Untuk itu Charles Imbir menyarankan, perlu jalan bersama m menyelesaikan persoalan di atas Tanah Papua.
"Pemerintah harus punya peta jalan untuk menggapainya, tidak lagi hanya omong-omong," tuturnya.
"Misalnya jika pendidikan dan kesejahteraan rakyat di perhatikan sungguh-sungguh, mungkin saja anak anak daerah bisa memenuhi kualifikasi untuk menjadi penerbang yang mampu melayani kampung-kampungnya sendiri dan menghasilkan pilot-pilot lokal terbaik," tambahnya.
Charles menyarankan, kebutuhan pendidikan khusus ini harus benar-benar dirancang oleh pemerintah pusat maupun daerah.