Peneliti Ungkap 2 Sub Tipe HIV yang Marajalela di Kabupaten Fakfak Papua Barat 

Penelitian genotyping HIV-1 tersebut, ucapnya, dilakukan di beberapa wilayah di Papua Barat, termasuk Kabupaten Fakfak.

TRIBUNPAPUABARAT.COM/ALDI BIMANTARA
Dr Antonius Oktavian menyebutkan ada sub tipe HIV-1 di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (31/8/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Para peneliti dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balai Litbangkes) Papua, dr Antonius Oktavian, mengungkapkan dua sub tipe HIV-1 marajalela di Kabupaten Fakfak, Papua Barat

Antonius menuliskan dalam laporan ilmiah peta genotyping HIV- Papua dan Papua Barat yang dipublikasikan serta dapat diakses luas masyarakat. Laporan tersebut diprakarsai 9 peneliti.

"Penelitian HIV/AIDS di Balai Litbangkes Papua dilakukan sejak 2011 secara terus-menerus. Ada lima riset yang memakai DIPA Balai Litbangkes Papua," kata Antonius Oktavian kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Sabtu (31/8/2024).

Penelitian genotyping HIV-1 tersebut, ucapnya, dilakukan di beberapa wilayah di Papua Barat, termasuk Kabupaten Fakfak.
 
Dari laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Fakfak tahun 2020, penderita HIV/AIDS fluktuatif selama periode 2014-2018. 

Baca juga: Warga Fakfak Papua Barat Mulai Diresahkan Kabar Penyebaran Virus Mpox di Indonesia

 

"Jumlah kasus HIV tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebanyak 54 penderita dan 28 orang positif AIDS," katanya. 

Jumlah tersebut menurun pada 2018, penderita HIV/AIDS di Fakfak tinggal 47 orang. 

"Sementara selama kurun waktu 2014 sampai 2018, terjadi 116 kematian akibat AIDS," ujarnya.

Hasil identifikasi subtipe HIV-1 memakai pemeriksaan laboratorium dengan metode Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan sekuens telah ditemukan dua jenis subtipe HIV-1.

"Tipe pertama yakni Circulating Recombinant Form (CRF) CRF01_AE dan subtipe B," kata Antonius Oktavian.

Menurutnya, sub tipe HIV-1 ini memang secara umum telah beredar sehingga tak perlu khawatir berlebihan. 

"Tetap berperilaku sehat dan terutama tidak gonta-ganti hubungan seksual sembarangan," katanya.

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved