Minggu, 19 April 2026

Kemenag Papua Barat

Kemenag Papua Barat Gelar Dimensi dan Pembinaan ASN

pentingnya membangun sikap saling menghargai dan menghormati antar umat beragama di Papua Barat yang kaya akan keanekaragaman budaya dan agama

Tayang:
zoom-inlihat foto Kemenag Papua Barat Gelar Dimensi dan Pembinaan ASN
Dok Kemenag papua Barat
Dialog Moderasi dan Toleransi (DIMENSI) serta Pembinaan ASN di Lingkungan Kanwil Kemenag Papua Barat, Kamis (21/11/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Kantor Wilayah Kemeterian Agama (Kanwil Kemenag) Papua Barat menggelar dialog moderasi dan tolenransi (Dimensi) serta pembinaan ASN di Hotel Panorama Rylich, Kota Sorong Papua Barat Daya, Kamis (21/11/2024).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat Daya dan Kabupaten Sorong.

Dialog bertajuk "Dimensi Moderasi dan Toleransi" ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan ASN lingkungan Kanwil Kemenag Papua Barat tentang pentingnya nilai-nilai toleransi serta moderasi dalam kehidupan beragama.

Baca juga: Semarak Festival Short Movie dan Expo Kemenag Papua Barat 2024

Baca juga: Luksen Jems Mayor: Kehadiran PMA 23 Tahun 2024 Bawa Perubahan Besar bagi Sistem Pendidikan Agama

Rektor IAIN Sorong Suparto Iribaram mengatakan, bahwa dialog ini sangat relevan di tengah keragaman agama dan budaya yang ada di Papua Barat.

"Moderasi beragama dan toleransi adalah kunci untuk menjaga keharmonisan di tengah keberagaman. Kita perlu terus membangun komunikasi yang baik antara umat beragama agar tercipta suasana yang damai dan penuh pengertian," kata Suparto Iribaram dalam siaran pers yag diterima Tribun dari Humas Kemenag Papua Barat, Jumat (22/11/2024).

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Sorong Pdt Dede Jeflio mengapresiasi kegiatan Dialog Moderasi dan Toleransi ini.

Ia menekankan pentingnya membangun sikap saling menghargai dan menghormati antar umat beragama, khususnya di Papua Barat yang kaya akan keanekaragaman budaya dan agama.

Sehingga sambung dia, Papua Barat dan Papua Barat Daya tetap dapat mempertahankan penghargaan sebagai provinsi dengan indeks kerukunan yang tinggi.

"Pembinaan ASN juga menjadi fokus utama dalam acara ini. Para peserta diberikan wawasan tentang bagaimana ASN dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan harmonis, serta bagaimana memediasi perbedaan dalam masyarakat yang multikultural," kata Dede Jeflio

Dede berharap, kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan suasana toleransi yang lebih baik di Papua Barat.

Sekaligus sambung Dede, mendukung upaya pembangunan karakter ASN yang lebih moderat, adil, dan bijaksana dalam menjalankan tugas-tugas keagamaan dan pemerintahan.

"Dialog ini juga menjadi sarana penting untuk mempererat hubungan antar lembaga dan masyarakat di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya," tutup Dede Jeflio.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved