BEM dan Amnesty Universitas Papua Bantu Pengungsi di Distrik Oksop Pegunungan Bintang
Ia menjelaskan BEM dan Amnesty Universitas Papua membuka posko kemanusiaan di Sekretariat BEM UNIPA pada 12-21 Desember 2024.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Penyerahan-bantuan-kepada-pengungsi-di-Kampung-Mumbakon-Distrik-Oksop.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua dan Amnesty Universitas Papua membantu pengungsi di Kampung Mumbakon, Distrik Oksop, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Koordinator Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) BEM UNIPA, Paskalis Haluk, menyampaikan pengungsian ini terjadi akibat penyisiran oleh TNI sejak November hingga Desember 2024.
Ia menjelaskan BEM dan Amnesty Universitas Papua membuka posko kemanusiaan di Sekretariat BEM UNIPA pada 12-21 Desember 2024.
"Kami mengumpulkan donasi pakaian layak pakai serta penggalangan dana di berbagai lokasi, termasuk persimpangan di Manokwari," katanya melalui via WhatsApp, Rabu (1/1/2025).
Menurutnya, pada 22 Desember 2024, ia dan Lewi Sasak dari Manokwari menuju Jayapura.
Baca juga: Mahasiswa UNIPA Gelar Penggalangan Dana untuk Pengungsi di Distrik Oksop Pegunungan Bintang
Ia mengatakan, untuk melanjutkan perjalanan ke Oksibil, Pegunungan Bintang, harus melalui jalur udara ada 23 Desember 2024.
"Tiba di Oksibil, kami berkoordinasi dengan pihak gereja dan kepala distrik untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai lokasi pengungsian," ucapnya.
Pada 27 Desember 2024, mereka mengambil barang-barang bantuan antara lain pakaian layak pakai, beras, minyak goreng, garam, dan kebutuhan lainnya untuk diserahkan kepada pengungsi.
Sehari berselang, mereka menyewa kendaraan menuju lokasi penyerahan bantuan di Distrik Oksop.
Baca juga: VIM-WP Tuntut Pemulihan Situasi dan Pemulangan 3.000-an Pengungsi di Pegunungan Bintang
"Pada 29 Desember 2024, bantuan yang kami bawa diserahkan kepada pengungsi di Gereja Betelem, Kampung Mumbakon, Distrik Oksop," tuturnya.
Ppenyerahan itu dihadiri oleh tokoh gereja, kepala kampung, dan masyarakat setempat.
Ia menyampaikan bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok dan pakaian layak pakai dan diterima oleh para pengungsi.
Setelah penyerahan bantuan, mereka berbaur dengan warga setempat dalam permainan bola voli bersama dan kegiatan lainnya.
| Dharma Wanita Fakultas Teknik UNIPA Gelar Seminar Kesehatan Reproduksi |
|
|---|
| Hardiknas 2026: FKIP UNIPA Jadi Panggung Kreativitas Pelajar Kota Manokwari |
|
|---|
| Kolaborasi KMK-PMK Unipa dalam Pelatihan Kepemimpinan: Membentuk Karakter, Memberi Dampak |
|
|---|
| UNIPA-WWF Perkuat Kemitraan Strategis, Fokus pada Riset dan Pembangunan Berkelanjutan |
|
|---|
| Film “Pesta Babi” Diputar di Unipa, Angkat Isu Kolonialisme dan Masyarakat Adat |
|
|---|