Rabu, 22 April 2026

HUT Pekabaran Injil

HUT ke-170 Pekabaran Injil di Tanah Papua, Jonison Derebi: Momen Refleksi Diri

"Kami berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret agar identitas Manokwari sebagai Kota Injil dapat terlindungi dengan baik," ujarnya.

Tayang:
zoom-inlihat foto HUT ke-170 Pekabaran Injil di Tanah Papua, Jonison Derebi: Momen Refleksi Diri
TribunPapuaBarat.com//Matius
Ketua GMKI Manokwari Jonison Derebi 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Manokwari Jonison Derebi mengimbau, umat Kristen di Tanah Papua dapat merefleksikan diri pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-170 Pekabaran Injil (PI) pada 5 Febuari 2025.

"HUT PI ini merupakan momen penting untuk mengenang peradaban orang Papua yang pertama kali menerima Injil dan bagaimana hal tersebut mulai membawa perubahan dalam kehidupan," katanya saat diwawancari Tribun di Sekretariat GMKI Manokwari Papua Barat, Senin (3/2/2025).

Menurutnya, Ini merupakan suatu peradaban bagi orang asli Papua yang mengenal Injil dan mulai membenahi kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, kita perlu kesadaran diri dalam merayakan momen ini.

Baca juga: Dominggus Mandacan ke Jakarta, Yacob Fonataba: HUT Pekabaran Injil Dihadiri Pj Gubernur

Baca juga: Momentum HUT ke-170 Pekabaran Injil, Penjualan Mahkota Papua Laris Manis

Ia pun mengatakan peringatan HUT PI ke-170 ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan perubahan kehidupan di tengah perkembangan kota yang semakin pesat dan kehidupan manusia yang semakin kacau. 

"Dengan memperingati HUT PI ini, kita seharusnya dapat memperbaiki hidup kita agar menjadi lebih baik," tambahnya.

Lebih lanjut, Jonison berharap agar umat Kristen di Papua merayakan HUT PI ini dengan penuh makna dan ucapan syukur atas kasih Tuhan yang besar, yang mengirimkan Otto dan Geisler untuk membawa Injil ke Tanah Papua pada 5 Februari 1855. 

"Mereka menginjakkan kaki di Tanah Papua dengan mengucapkan doa sulung, 'Dengan nama Tuhan kami menginjak kaki di Tanah ini.' Itulah awal mula peradaban baru bagi orang Papua," jelas Jonison.

Jonison juga menyoroti situasi Manokwari, yang dikenal sebagai Kota Injil, yang belakangan ini menghadapi berbagai permasalahan seperti maraknya begal dan peredaran miras ilegal. 

Menurutnya, hal ini tidak mencerminkan identitas Manokwari sebagai Kota Injil.

"Situasi Manokwari saat ini tidak mencerminkan Kota Injil yang sebenarnya. Oleh karena itu, GMKI Cabang Manokwari berharap agar ada produk hukum yang mengatur dan melindungi identitas Manokwari sebagai Kota Injil," tuturnya.

Dia juga menekankan pentingnya pemerintah Kabupaten Manokwari untuk segera melakukan sosialisasi dan menjalankan Perda Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penataan Manokwari sebagai Daerah Injil. 

"Kami berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret agar identitas Manokwari sebagai Kota Injil dapat terlindungi dengan baik," ujarnya.

Jonison juga mengingatkan seluruh umat Kristen di Papua untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Injil, yang menjadi dasar peradaban bagi kehidupan orang Papua.

 "Injil yang pertama kali tiba di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855 merupakan dasar peradaban bagi orang Papua. Oleh karena itu, kami berharap orang Papua dapat merayakan HUT PI ke-170 ini dengan mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang kudus, hidup, dan berkenan kepada Tuhan sebagai ibadah yang sejati," tuturnya.

(*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved