Beasiswa KIP dan LPDP Tidak Kena Efisiensi Anggaran
"Semua mahasiswa yang telah dan sedang menerima beasiswa KIP dapat meneruskan program belajar seperti biasanya," kata Sri Mulyani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Sebanyak-528-mahasiswa-penerima-beasiswa-Papua-di-drop-out.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Anggaran untuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dipastikan tidak dipotong.
Dana beasiswa tak termasuk dalam kebijakan efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Hal itu menjadi kesepakatan antara Komisi X DPR dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti).
"Kami menekankan KIP, beasiswa, tidak ada yang berkurang sedikit pun," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, seusai rapat tertutup bersama Komisi X DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Ia juga memastikan uang kuliah tunggal (UKT) tidak mengalami kenaikan.
Baca juga: BWS Papua Barat-Papua Barat Daya Tunggu Hasil Final Efisiensi Anggaran, Program Akan Disesuaikan
"Berbagai kegiatan operasional kampus-kampus itu tak sampai berkurang sehingga UKT tidak perlu dinaikkan," ujar Brian Yuliarto.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan memastikan beasiswa KIP dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tetap bergulir.
"Kartu Indonesia Pintar tidak dilakukan pemotongan atau pengurangan," kata Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, dalam jumpa pers di Komisi III DPR RI, Jumat (14/2/2025).
Menurutnya, ada anggaran Rp 14,698 triliun 1.040.192 untuk penerima beasiswa KIP tahun 2025.
"Semua mahasiswa yang telah dan sedang menerima beasiswa KIP dapat meneruskan program belajar seperti biasanya," kata Sri Mulyani.
Sebanyak 40.030 siswa penerima beasiswa LPDP juga tetap berjulir semestinya.
Sri Mulyani mengatakan beasiswa yang di bawah Kemendikti dan Kementerian Agama (beasiswa Indonesia Bangkit) pun tidak berkurang.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mendikti Brian Yuliarto: Anggaran KIP Tak Berkurang Sedikit Pun, UKT Tidak Naik
| Bupati Manokwari Serahkan DPA 2026, Tekankan Efisiensi dan Respons Kebutuhan Masyarakat |
|
|---|
| JPPI Menilai Bahasa Portugis Masuk Kurikulum Sekadar Gimik Diplomatik Presiden Prabowo |
|
|---|
| Prof Brian Yuliarto Beri Kuliah Umum di Politeknik Negeri Fakfak, Ajak Mahasiswa Rajin Membaca |
|
|---|
| Mendiktisaintek RI Resmikan Gedung Teaching Factory Polinef di Fakfak Papua Barat |
|
|---|
| AKBP Hendriyana Kerahkan 124 Personel Amankan Kunker Mendiktisaintek di Fakfak Papua Barat |
|
|---|