Berita Fakfak
Bupati Samaun Dahlan Kunjungi Pasar Thumburuni: Pedagang Punya Hak Inklusif
"Gedung Pasar Thumburuni seperti sejarahnya dulu memiliki konsep one stop shopping, diartikan belanja sekali berhenti," jelasnya.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Psr-tumb-3.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Bupati Fakfak, Samaun Dahlan berharap Pasar Rakyat Thumburuni yang akan segera diresmikan bisa produktif dan inklusif bagi perekonomian dan masyarakat di wilayah itu.
Itu disampaikannya kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Jumat (7/3/2025).
"Kemarin saya menyempatkan waktu berkunjung ke gedung monumental Kabupaten Fakfak, Pasar Thumburuni, kunjungan ini untuk melihat dan menilai progresi dan perampungan gedung yang nantinya akan menjadi pusat niaga bagi masyarakat," jelasnya.
Baca juga: Bupati Samaun Dahlan Laporkan SPT Tahunan, Ini Imbauannya untuk Wajib Pajak di Fakfak
Baca juga: Bupati Samaun Dahlan Kunjungi Pasar Rakyat Thumburuni, Soroti Sejumlah Item
Samaun Dahlan menuturkan, Pasar Thumburuni nantinya diharapkan selain menjadi pusat niaga juga menjadi fasilitas publik yang bukan hanya sekedar aset tapi adalah instrumen untuk membangun ekosistem yang produktif dan inklusif.
"Produktif dalam perniagaan yang kita harapkan sehingga ekonomi kreatif masyarakat dapat berkembang," bebernya.
Lanjutnya, apabila berjalan demikian maka bisa berdampak meningkatnya daya beli, adanya pemasukan kas daerah yang terstruktur, terukur dan ternilai sehingga berefek pada perekonomian daerah.
"Lalu inklusif dalam artian semua memiliki hak yang sama untuk berniaga, bertransaksi, tanpa membedakan jenis produk yang ditawarkan," katanya.
Ia juga menyebutkan, semua berhak memiliki tempat yang nyaman dan aman untuk menawarkan dagangannya.
Dengan adanya Pasar Thumburuni dikatakan Samaun Dahlan, pihaknya berkomitmen penuh tidak ada lagi lapak-lapak di pinggir jalan yang menganggu kenyamanan pengguna jalan.
"Karena dengan kondisi saat ini, selain juga mengganggu estetika kota yang kita cintai ini tentu bentuk dan tempat perniagaan akan ditata sebaik mungkin," tuturnya.
Pihaknya juga akan mengoptimalisasikan aset agar dikelola untuk menghasilkan dampak yang lebih besar dibandingkan sekadar efisiensi administratif.
"Gedung Pasar Thumburuni seperti sejarahnya dulu memiliki konsep one stop shopping, diartikan belanja sekali berhenti," jelasnya.
Dikatakannya konsep one stop shopping merupakan konsep berbelanja yang memungkinkan pelanggan membeli berbagai kebutuhan pada satu tempat.
"Baik sandang, pangan maupun papan di mana ini konsep yang membuka kesempatan bagi siapa saja untuk berniaga, guna memenuhi kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat," tandasnya.
Hal ini dikatakannya, merupakan komitmen, bahwa fasilitas daerah harus dirasakan seluas-luasnya oleh masyarakat Fakfak.
(*)