Kunjungi Lapas Kutacane di Aceh, Dirjenpas Mashudi Dengar Keluhan Warga Binaan
Mashudi mendengarkan semua permasalahan dan keluhan warga binaan Lapas Kutacane, termasuk tentang lapas yang overcapacity atau kelebihan kapasitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Dirjenpas-Mashudi-mengunjungi-warga-binaan-Lapas-Kutacane-di-Aceh.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Mashudi, mengunjungi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kutacane, Aceh, Selasa (11/3/2025).
Kunjungan ini sebagai respons setelah kaburnya 52 warga binaan Lapas Kutacane pada Senin (10/3/2025) sore.
Ada yang 31 orang yang belum kembali atau tertangkap.
"Update terakhir, 21 orang tertangkap dan menyerahkan diri. Bahkan, ada keluarga yang langsung mengantarkan warga binaan kembali ke Lapas," katanya via rilis yang diterima TribunPapuaBarat.com, Rabu (12/3/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Mashudi berdialog dan berinteraksi dengan warga binaan di lapangan Lapas Kutacane.
Ia mendengarkan semua permasalahan dan keluhan warga binaan, termasuk tentang lapas yang overcapacity atau kelebihan kapasitas.
Baca juga: Piet Bukorsyom Dukung Peningkatan Nilai Reformasi Birokrasi Kementerian Hukum
Karena itu, ia meminta dukungan dari pemerintah daerah dan Komisi XIII DPR RI.
"Kami mohon dukungannya untuk bapak bupati dan anggota dewan," katanya.
Dalam kunjungan yang sama, hadir dua anggota Komisi XIII DPR RI yang berasal dari Aceh, Jamalaudin Idham dan Teuku Ibrahim.
"Saya sangat prihatin ada warga binaan yang harus tidur di luar karena kamar hunian tak mencukupi. Kapasitas lapas hanya untuk 100 orang, tapi harus diisi 386 orang," katanya.
Menurutnya, ada 24 petugas yang menjaga warga binaan Lapas Kutacane yang dibagi menjadi tujuh orang per shift.
Gayung bersambut, Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, menghibahkan 4,1 hektare tanah untuk relokasi Lapas Kutacane.
Dirjenpas menyambut antusias hibah tanah yang suratnya diberikan langsung oleh Bupati Aceh Tenggara itu.
Soal penganggaran pembangunan baru Lapas Kutacane, Mashudi dan Salim Fakhry pun mendorong dukungan Komisi XIII DPR RI.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjenpas menawarkan kepada warga binaan untuk ikut pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) di Nusakambangan yang digadang menjadi satu di antara lumbung ketahanan nasional.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Fakfak Papua Barat Hasilkan Produk Mebeler Berkualitas
BLK di Nusakambangan memiliki beberapa program. Antara lain peternakan, budidaya ikan dan udang, pertanian, serta UMKM.
Setelah mengikuti pelatihan, warga Lapas Kutacane bisa mengolah lahan hibah yang baru diterima dari pemerintah Kabupaten Aceh Tengara.
Lahan itu bisa ditanami jagung sehingga Lapas Kutacane menjadi satu di antara umbung ketahanan pangan nasional.
"Apabila telah berproduksi, (warga binaan) akan diberikan imbalan berupa premi yang sebagian akan ditabung sampai bebas," kata Mashudi.
Ia menyatakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan terus berupaya menurunkan overcapacity di lapas dan rumah tahanan negara (Rutan).
Baca juga: Kalapas Perempuan Manokwari: Banyak Warga Binaan Punya Skill Tersembunyi
Ada beberapa lapas/rutan yang overcapacity hingga lebih dari 300 persen di Aceh.
Antara lain Lapas Kelas IIB Bireuen (kelebihan kapasitas 480 persen), Lapas Kelas IIB Idi (600 persen, dan Lapas Kelas IIA Lhokseumawe (300 persen).
Selain pembangunan lapas/rutan yang baru, langkah lainnya adalah optimalisasi pemberian hak bersyarat dan redistribusi warga binaan ke lapas/rutan yang lebih rendah huniannya.
Mashudi juga berjanji terus mengupayakan standar pelayanan makanan yang lebih baik.
Ia berharap pelaku kasus penyalahgunaan narkotika tak harus menghuni lapas dan rutan.
| Pelarian RLO dari Lapas Jayapura Kandas di Tangan Timsus Polresta Manokwari |
|
|---|
| Ferdy Sambo Raih S2 dari Balik Jeruji: Bukti Pembinaan Lapas Tanpa Perlakuan Khusus |
|
|---|
| Lapas Kelas III Kaimana Tampilkan Karya WBP di Pameran Gebyar UMKM HUT ke-23 |
|
|---|
| Deklarasi Zero HALINAR, Lapas Kaimana Perkuat Integritas dan Pengawasan |
|
|---|
| Menteri Agus Andrianto Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.