2 Anggota TNI Terlibat Kasus Penganiayaan 3 Polisi di Sultra, Begini Respons Danrem 143/Haluoleo
Bersama enam warga sipil, dua oknum anggota TNI terlibat kasus penganiayaan terhadap tiga anggota polisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Ilustrasi-pengeroyokan-tawuran-pemukulan.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Dua oknum anggota TNI diduga terlibat kasus penganiayaan tiga anggota polisi di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kejadiannya di depan Kantor Polsek Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, pada Minggu (31/3/2025) sekira pukul 00.30 WITA.
Tiga anggota polisi yang menjadi korban adalah adalah Bripda H dan Briptu RS dari Polsek Tiworo Tengah serta Bripda AMP dari Brimobda Sulawesi Tenggara.
Dua oknum anggota TNI terlibat kasus penganiayaan tersebut bersama enam warga sipil.
Mereka adalah Serda AN yang bertugas di Den Intel Korem Palu dan Pratu R yang bertugas di Kodim Kendari.
Baca juga: Respons Mabes TNI Soal Hukuman untuk Anggota TNI AL yang Tembak Bos Rental Mobil
Setelah diamankan Polisi Militer (PM), keduanya dibawa ke Polres Muna, Sulawesi Tenggara.
Setiba di halaman Polres Muna, anggota PM langsung menggiring kedua anggota TNI tersebut ke ruangan Kapolres Muna, AKBP Indra Sandy Purnama Sakti.
Serdan AN memakai pakaian biasa, sedangkan R mengenakan baju loreng.
Di ruangan tersebut, ada Danrem 143/Haluoleo, Brigjen Raden Wahyu Sugiarto, dan Kapolda Sultra, Irjen Dwi Irianto.
Brigjen Raden mengatakan tidak ada perlindungan bagi prajurit yang bersalah atau melanggar.
"Melihat rangkaian kejadian ini, memang ada pelanggaran," katanya pada Selasa (1/4/2025).
Baca juga: Kapolri dan Panglima TNI Kunjungi Keluarga Polisi yang Ditembak Saat Gerebek Sabung Ayam di Lampung
Menurutnya, insiden itu adalah kesalahpahaman yang bisa diselesaikan dengan kepala dingin.
"Sebetulnya hal ini dapat diselesaikan, tapi memang banyak orang sehingga ada sifat arogansi muncul. Yang jelas, kami pasti proses," kata Raden Wahyu Sugiarto.
Enam Orang Tersangka
| Massa Cari Pelaku Penganiayaan Pemuda, Sejumlah Kios di Jalan Angkasa Mulyono Tutup |
|
|---|
| Kapten Cpm Prasetyo Budhi Setiawan Luncurkan Buku 'Mozaik Budaya Fakfak' |
|
|---|
| 3 Pekan Kasus Penganiayaan Pelajar di Amban, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku |
|
|---|
| Kasus Penganiayaan di Manokwari Diselesaikan Secara Adat, Kedua Pihak Berdamai |
|
|---|
| Olvin Rondonuwu, Sosok Polisi Wanita Menyalakan Cahaya Pendidikan di Papua Barat |
|
|---|