Berita Teluk Bintuni
Terima Aspirasi Warga Soal Banjir di Teluk Bintuni, Asri Bangun Komunikasi dengan BWS Papua Barat
"Ini mungkin langkah awalnya bisa normalisasi. Sehingga tidak terjadi di tahun berikutnya," ucapnya.
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Banjir tahunan yang melanda dua distrik di Teluk Bintuni, mendapat perhatian serius dari wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) 3, satu di antaranya Asri.
Anggota DPR Papua Barat ini langsung menghubungi salah satu pejabat di Balai Wilayah Sungai (BWS), untuk membahas banjir tersebut.
"Pertama-tama kami turut prihatin dengan kondisi yang melanda saudara kita di dua distrik yakni, Tohiba dan Tembuni," kata Asri saat diwawancarai Tribun via seluler, Jumat (4/4/2025) pukul 13.00 WIT.
Baca juga: Musa Naa Minta 3 Instasi Tangani Banjir Tahunan di Teluk Bintuni
Baca juga: Banjir Rendam 2 Kampung di Distrik Tohiba, Dinsos Teluk Bintuni Gerak Cepat Salurkan Bantuan
Diungkapkannya, dirinya telah meminta BWS Papua Barat untuk hearing bersama Komisi IV DPR Papua Barat.
"Kami juga sudah koordinasikan dengan pemkab setempat soal banjir tahunan ini," ungkap Asri.
Dikatakannya, nantinya dalam hearing itu akan dibahas langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi persoalan banjir tahunan tersebut.
"Untuk waktu hearing mungkin setelah libur Idulftri. Sebab, teman-teman masih libur," ujarnya.
Kendati demikian sambung Asri, dari informasi yang diperoleh dari warga terdampak, banjir tersebut disebabkan oleh pendangkalan kali yang melintasi dua distrik tersebut.
"Ini mungkin langkah awalnya bisa normalisasi. Sehingga tidak terjadi di tahun berikutnya," ucapnya.
Asri menambahkan, sebagai wakil rakyat Teluk Bintuni dirinya akan berjuang menyampaikan aspirasi warga, termasuk banjir tahunan ini.
"Ini menjadi tanggung jawab moril kami sebagai wakil rakyat dapil 3," tegas politisi PPP itu.
Sebagai informasi, banjir yang melanda enam kampung di Teluk Bintuni terjadi pada 3 April 2025.
Enam kamoung itu yakni, Mogoi Baru, Bangun Harjo, Bangun Mulyo, Sebena 1, Tohiba dan Agomeda.
Banjir terjadi lantaran meluapnya Kali Baka dan Wasian.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.