Berita Bintuni
Dominggus Mandacan Buka Rakerkesda 2025 di Teluk Bintuni, Bahas Transformasi Papua Barat Sehat
Rakerkesda 2025 dihadiri Dinas Kesehatan 7 kabupaten dengan tema sentral "Akselerasi dan Transformasi Kesehatan Menuju Papua Barat Sehat"
Penulis: Syahrul Said Refideso | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Gub-di-TB.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, BINTUNI - Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan resmi membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Papua Barat 2025 di Kabupaten Teluk Bintuni, Selasa (26/8/2025).
Rakerkesda 2025 dihadiri Dinas Kesehatan 7 kabupaten dengan tema sentral "Akselerasi dan Transformasi Kesehatan Menuju Papua Barat Sehat".
Gubernur Dominggus Mandacan mengatakan tema tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Papua Barat melalui kolaborasi dan harmonisasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
"Rakerkesda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar daerah dalam pembangunan sektor kesehatan," ujar Gubernur.
Di momen tersebut, Gubernur Dominggus Mandacan juga menyerahkan kelambu kepada perwakilan tiga kabupaten yang tercatat sebagai daerah endemis malaria di Papua Barat.
Kelambu yang diserahkan merupakn bantuan Global Fund melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Adapun tiga daerah endemis malaria yang menerima penyerahan kelambu, yakni Kabupaten Manokwari (103.000 kelambu), Manokwari Selatan (17.500 kelambu), dan Teluk Wondama (26.200 kelambu).
Baca juga: Dominggus Mandacan Kunker ke RSUD Fakfak, Resmikan Poliklinik dan Serahkan Bantuan Ambulans
Kesempatan tersebut, Bupati Teluk Bintuni, Yohanes Manibuy, menegaskan bahwa kesehatan merupakan pondasi utama membangun masa depan Papua Barat.
Bupati juga berkesempatan memaparkan berbagai keberhasilan dan capaian sektor kesehatan Teluk Bintuni beberapa tahun terakhir.
“Hingga kini, sektor kesehatan di Kabupaten Teluk Bintuni terus kami bangun secara berkelanjutan dan inklusif," ujarnya.
"Sejumlah program telah membuahkan prestasi, bahkan mendapat pengakuan dunia internasional,” kata Bupati menambahkan.
Beberapa capaian penting yang dipaparkan antara lain, Penghargaan United Nations Public Service Award (UNPSA) 2018 di Maroko untuk program Early Diagnosis and Treatment (EDAT), sebuah penghargaan bergengsi dari PBB.
Bahkan, Bintuni tercatar sebagai Kabupaten terbaik dalam 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting se Papua Barat tahun 2024.
Juga eliminasi malaria tingkat provinsi yang berhasil dicapai di 6 distrik pada 2025.
"Khusus eliminasi malaria tingkat kampung itu tersebar 118 kampung di Distrik Weriagar, Tuhiba, Aranday, Moskona Selatan, Meyado dan Kalitami," beber Yohanis Manibuy.
Rakerkesda 2025 Papua Barat
Gubernur Papua Barat
Dominggus Mandacan
Dinas Kesehatan Teluk Bintuni
Yohanis Manibuy
Bupati Teluk Bintuni
Papua Barat Sehat
| Penyerapan Anggaran Lambat, Pemuda Tujuh Suku Desak Bupati Evaluasi BPKAD Teluk Bintuni |
|
|---|
| Fraksi Otsus DPR Papua Barat Desak Pemerintah Prioritaskan Pembangunan Perbatasan |
|
|---|
| Polsek Babo Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Antusias Borong Sembako |
|
|---|
| Bupati Yohanis Manibuy dan Ketua MRPB Hadiri Mediasi Batas Wilayah Adat 19 Marga Suku Sumuri |
|
|---|
| Pertahankan Hak Afirmasi Seleksi CPNS 2024, Pencaker OAP Seruduk DPRK Teluk Bintuni |
|
|---|