Berita Pegaf
Program MBG di Pegaf, Ini Kata Bupati Dominggus Saiba
"Kalau dapurnya di Pegaf, maka bahan makanan pun harus dari Pegaf. Itu agar keamanan makanan bisa terjamin dengan memanfaatkan potensi pangan lokal"
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Dominggus-Saiba-38910.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf) Dominggus Saiba buka suara terkait program makan siang bergizi (MBG) di daerahnya.
Dikatakannya, hingga saat ini belum ada pihak resmi datang menemuinya atau pemerintah daerah (Pemda) untuk menjelaskan teknis pelaksanaan program tersebut di Pegaf.
"Sebagai bupati, sampai dengan hari ini belum ada tim yang datang secara resmi bertemu saya di kantor. Kami bingung. Ada yang bilang atas nama ini, atas nama sana, katanya kami ditunjuk, tapi mana SK-nya? SK yang berbadan hukum agar kami pemerintah daerah juga tahu," kata Dominggus Saiba saat diwawancarai wartawan usai menghadiri pelantikan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di Manokwari, Selasa (15/4/2025).
Baca juga: Kodim 1803/Fakfak: Pembangunan Dapur Sehat MBG Capai 93 Persen, Rampung April 2025
Baca juga: Ini Tanggapan Ketua DPRK Teluk Bintuni Soal Peluncuran Program MBG
Meskipun demikian, Dominggus Saiba menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan tersebut menurutnya, karena program MBG memiliki dampak besar yang sangat positif, khususnya dalam meningkatkan kehadiran anak-anak di sekolah dan memberdayakan petani lokal.
"Ketika kami coba lihat pelaksanaan MBG di luar Papua, awalnya anak-anak malas ke sekolah, tapi setelah ada makanan bergizi, mereka justru antusias, bahkan mengajak teman-teman lain untuk ikut sekolah. Itu manfaat pertama," ujarnya.
"Manfaat kedua, program ini memberikan peluang bagi mama-mama petani lokal di Pegaf untuk menjual hasil pertanian seperti kol, wortel, dan lainnya ke dapur MBG. Dengan begitu, perputaran uang menjadi cepat, petani untung, dan anak-anak sekolah juga mendapatkan gizi yang baik," sambungnya.
Dominggus Saiba menambahkan, pihaknya akan membahas program tersebut bersama Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani.
"Pemda, tentu di bawah presiden dan mendagri, pasti mendukung program ini karena manfaatnya nyata. Yang penting, saran saya jangan bawa bahan makanan dari luar. Kalau dapurnya di Pegaf, maka bahan makanan pun harus dari Pegaf. Itu agar keamanan makanan bisa terjamin dengan memanfaatkan potensi pangan lokal," pungkasnya.
(*)