Kemenag Papua Barat
Nasaruddin Umar: Waisak Inspirasi Umat Beragama Perkuat Nilai Kebajikan dan Kebijaksanaan
Nasaruddin mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/nasaruddin-kemenag.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia Nasaruddin Umar menegaskan, Waisak bukan hanya menjadi momen suci bagi umat Buddha.
Tetapi juga sambung Nasaruddin, menjadi inspirasi universal bagi seluruh umat beragama untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan, pengendalian diri, dan kebijaksanaan.
“Waisak adalah momen suci untuk memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama," ujar Nasaruddin dalam siaran persnya yang diterima dari Kanwil Kemenag Papua Barat, Senin (12/5/2025).
Baca juga: Donor Darah dan Ekoteologi di Vihara Buddha Jayanti, Sambut Waisak 2569 Buddhis
Baca juga: Sambut Hari Raya Waisak, Umat Buddha Manokwari Donor Darah dan Tanam Pohon
Menurut Nasaruddin, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sangat relevan bagi kehidupan bersama, lintas iman dan budaya.
Olehnya itu, Nasaruddin mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat harmoni dan toleransi antarumat beragama.
"Tema Waisak Nasional kali ini ialah, tingkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan mewujudkan perdamaian dunia," jelasnya.
Hal itu lanjut Nasaruddin, merupakan ajakan mulia bagi umat untuk bersatu, saling menghormati, dan menghadirkan kedamaian, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan.
Menag juga mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan Wesākha Sānanda yang turut menyemarakkan Waisak tahun ini.
Lanjutnya, kegiatan seperti Thudong (perjalanan spiritual para bhikkhu), bakti sosial, gerakan pelestarian lingkungan, dan pendalaman Dhamma telah memperkaya makna Waisak sekaligus mempererat kebersamaan lintas umat.
"Kami berharap, perayaan Tri Suci Waisak ini menjadi sumber kekuatan spiritual, membawa ketenangan, dan memantapkan semangat persaudaraan dalam membangun Indonesia yang rukun dan damai," tutupnya.
(*)