Berita Fakfak
Papua Football Academy Cari Bakat di Kota Pala
"Bagi saya pribadi, tanpa kompetisi yang berkelanjutan, potensi besar yang dimiliki anak-anak Papua bisa sulit berkembang secara optimal," bebernya.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/PFA-fakfak-2025.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Papua Football Academy (PFA) menyasar anak asli Papua dari Kabupaten Fakfak untuk mengikuti program pencarian bakat bertajuk "Papua Football Academy Cari Bakat 2025".
Kegiatan ini menyasar anak-anak Papua usia 13 di Kabupaten Fakfak, sebagai bagian dari upaya pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan.
"Pelatihan sejauh ini telah berlangsung di Lapangan 16 November, Fakfak," ujar Ketua Papua Football Academy, Wolfgang Pikal kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Selasa (13/5/2025).
Baca juga: Manokwari United Resmi Dilaunching, Hermus Indou: Sepak Bola Bukan Sekadar Olahraga
Baca juga: Turnamen Persifa All Star Cup 1 Bangkitkan Kompetisi Sepak Bola di Kota Pala
Wolfgang Pikal mengatakan, pihaknya sangat kagum dengan antusiasme tinggi dari para peserta, namun juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi daerah dalam mengembangkan potensi muda di dunia sepak bola.
"Anak-anak di Fakfak semangatnya luar biasa, tapi akademi sepak bola di sini masih kurang. Saya berharap pemerintah daerah dan pihak swasta bisa ikut mendukung perkembangan sepak bola di Fakfak," harapnya.
Ia menekankan pentingnya penyediaan fasilitas yang layak dan penyelenggaraan turnamen rutin sebagai sarana kompetisi dan pembentukan mental pemain muda.
"Bagi saya pribadi, tanpa kompetisi yang berkelanjutan, potensi besar yang dimiliki anak-anak Papua bisa sulit berkembang secara optimal," bebernya.
Kalau ada turnamen rutin, dikatakannya anak-anak bisa lebih terasah. Saat ada seleksi, mereka sudah siap dan tinggal diberangkatkan.
Ia juga menyampaikan sepak bola bukan hanya tentang mencetak pemain profesional.
"Perlu saya tekankan bahwa olahraga ini bisa menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai penting seperti kesehatan, kedisiplinan, kerja sama, dan rasa hormat kepada sesama," katanya.
Program Cari Bakat 2025 ini menjadi bagian dari komitmen Papua Football Academy dan PT Freeport Indonesia untuk membangun masa depan Papua melalui pendekatan yang holistik dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menggugah lebih banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal, untuk terlibat aktif dalam pembinaan talenta muda Papua.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, sepak bola Papua, termasuk di Fakfak, diharapkan bisa melahirkan generasi baru yang tak hanya hebat di lapangan, tapi juga tangguh dalam kehidupan.
(*)