Berita Kaimana
Uskup Hilaron Datus Lega Resmikan Susteran INSC Carmelitas Kaimana
Dikatakan kehadiran Susteran INSC di Kabupaten Kaimana ini, merupakan pelayanan perdana untuk Tanah Papua.
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Bapak-uskup-hilarius-309.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA – Uskup Keuskupan Manokwari-Sorong, Mgr. Hilarion Datus Lega, tengah melakukan kunjungan kegembalaannya di Paroki Santo Martinus Kaimana, Jumat (30/5/2025).
Kedatangan Uskup Mgr Hilarion Datus Lega ke Kaiamna bertujuan untuk meresmikan Susteran INSC (Carmelitas), yang beralamat di Jl. Pemuda, Kelurahan Krooy, Kaimana.
Kedatangan uskup Hilarion juga, membawa serta empat 4 suster INSC, yang akan melakukan pelayanan di Stasi Santo Ambrosius Krooy, Kaimana.
Baca juga: Perayaan Kamis Putih, Uskup Hilarion Datus Lega Ajak Umat Katolik Meneladani Hukum Cinta Kasih
Baca juga: Belasan Uskup Tiba di Timika Menjelang Pentahbisan Uskup Bernardus Baru Bofitwos
Stasi Santo Ambrosius Krooy, akan dinaikkan statusnya menjadi Pra Paroki Santa Marta Krooy, Kaimana.
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Mgr Hilarion Datus Lega, dan dilanjutkan dengan Misa Pemberkatan.
Ketua Dewan Stasi Santo Ambrosius Krooy Kaimana, Fransisco Edward Beruatwarin, mengatakan Bapak
Uskup Mgr Hilarion Datus Lega dalam kesempatan tersebut menitipkan suster INSC kepada umat di stasi Santo Ambrosius Krooy Kaimana.
Dikatakan kehadiran Susteran INSC di Kabupaten Kaimana ini, merupakan pelayanan perdana untuk Tanah Papua.
INSC adalah satu dari sekian banyaknya lembaga hidup bakti dalam Gereja Katolik, yang bertahan 2000-an tahun, sebagai tanda itu berasal dari Allah.
“Karena jika bukan, maka tidak mungkin corak hidup dalam kemiskinan, ketaatan dan kesucian atau selibat, ikut bertahan ditengah gempuran budaya hedonisme dan sekularita yang semakin menggurita,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima TribunPapuabarat.com, Minggu (1/6/2025).
Kaum berjubah adalah sebagai pengingat misi Kristus, dan tanda adanya kehidupan kekal, karena kaum berjubah ini memilih yang disebut Paus Yohanes Paulus II sebagai VITA CONSENTRATA atau menjaga kemurnian hidup.
(*)