Selasa, 21 April 2026

Longboat Terbalik di Maluku Tenggara, 2 Mahasiswa UGM Meninggal Dunia

Tujuh mahasiswa UGM sedang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Maluku Tenggara.

Tayang:
zoom-inlihat foto Longboat Terbalik di Maluku Tenggara, 2 Mahasiswa UGM Meninggal Dunia
TribunAmbon.com/Rahmat Tutupoho
LONGBOAT TERBALIK - Sebuah kapal nelayan terbalik di perairan Desa Kasieh, Kecamatan Taniwel, Seram Bagian Barat, Maluku, Selasa (27/06/2023). Dua mahasisiwa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal dunia akibat longboat terbalik di perairan Ohoi di Desa Debut, Maluku Tenggara, Maluku, Selasa (1/7/2025). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Dua mahasisiwa Universitas Gadjah Mada (UGM) meninggal dunia akibat longboat terbalik di perairan Ohoi di Desa Debut, Maluku Tenggara, Maluku, Selasa (1/7/2025).

Korban terakhir yang ditemukan meninggal dunia adalah Bagus Adi Prayogo (21).

Ia sempat hilang setelah kecelakaan longboat terbalik tersebut.

"Bagus yang sempat dikabarkan hilang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Pos Basarnas Kota Tual, Mesak Sainyakit, melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa.

Sebelumnya, mahasiswa UGM yang menjadi korban meninggal dalam kecelakaan longboat terbalik itu adalah Septian Eka Rahadi (21).

Total mahasiswa yang menumpang longboat itu ada tujuh orang.

Baca juga: Kapal Wisata Terbalik di Labuan Bajo, Angkut 8 Turis Asing

 

Mereka sedang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Maluku Tenggara.

Lima orang lainnya selamat dan telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan. 

Dua mahasiswa UGM dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, yakni Muhammad Arva Sagara (21) dan Ridwan Rahadian (21).

Afifudin Baliya dirawat di RS Hati Kudus Langgur.

Dua penumpang lain dalam longboat tersebut ditemukan dalam keadaan relatif baik, yakni Pratista Halimawan dan Derren.

Baca juga: Pos SAR Kaimana Evakuasi 11 Korban Longboat Terbalik di Perairan Buruway

Kronologi Longboat Terbalik

Getruda, warga sekaligus orang tua asuh satu mahasiswa UGM di Ohoi Debut, menyatakan peristiwa itu berawal dari rombongan mahasiswa yang hendak mengambil pasir.

Mereka berangkat memakai longboat pukul 10:00 WIT untuk mengambil pasir untuk keperluan KKN di Pulau Wahr.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved