Berita Manokwari
Prof Jhonni Marwa: Pendidikan Gratis Harus Didukung Akses dan Infrastruktur yang Layak
pemerintah daerah perlu menghadirkan unsur inovatif dalam program pendidikan gratis agar terasa berbeda dan lebih berdampak
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/JM-prof-4.jpg)
“Guru-guru ini sudah bekerja dan punya pengalaman, tetapi latar belakang pendidikannya masih Diplom 1, 2, dan 3 atau bahkan hanya SMA. Melalui RPL, mereka bisa ditingkatkan menjadi sarjana dan kemudian mengikuti sertifikasi guru,” jelasnya.
Untuk tahap awal, Prof Jhonni mengatakan, program ini difokuskan pada Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan akan diterapkan pada semester ini.
Dikatanya, dalam rangka mendukung percepatan pendidikan gratis, FKIP UNIPA juga menjalankan berbagai inovasi.
Salah satunya adalah penerapan sekolah sepanjang hari (full day school) yang kini berjalan di wilayah Sorong Selatan, Maybrat, dan Jayawijaya.
Sebelumnya, konsep sekolah model juga pernah diimplementasikan di Teluk Bintuni.
“Ke depan, kami berencana membentuk Pusat Studi Inovasi Pendidikan. Di sini akan dikembangkan berbagai konsep baru, termasuk ide sekolah atap langit yang sedang kami dorong,” ungkap Prof. Jhonni.
Ia mengatakan konsep “sekolah atap langit” sendiri dirancang sebagai ruang belajar terbuka dan fleksibel yang memanfaatkan kondisi lingkungan Papua untuk menciptakan suasana belajar yang inklusif dan inspiratif.
Dengan dukungan infrastruktur yang tepat, peningkatan kualitas guru, serta inovasi model pembelajaran Prof Jhonni optimistis, program pendidikan gratis di Manokwari dapat benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan dan akses anak-anak terhadap sekolah yang layak.
(*)