Berita Manokwari
Motivasi Sang Ayah, Mengantarkan Simson Werimon ke Dunia Pendidikan
“Setelah selesai kuliah, saya langsung dipanggil untuk mengajar di SMA YPK Oikumene sebagai guru akuntansi keuangan,” kenangnya.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/sw-unipa-98.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Lahir dari keluarga guru, Simson Werimon menapaki perjalanan hidup yang penuh dedikasi dalam dunia pendidikan hingga menduduki jabatan Wakil Rektor III Universitas Papua (UNIPA) pada tahun 2025.
Keinginan dan motivasi untuk menjadi pendidik sudah tumbuh sejak ia masih kecil, dipicu oleh sepenggal cerita sederhana dari sang ayah.
“Tete atau moyang kamu itu guru,” kata simsom mengutip kalimat ayahnya.
Baca juga: Prof Jhonni Marwa: Pendidikan Gratis Harus Didukung Akses dan Infrastruktur yang Layak
Baca juga: BEM UNIPA Desak Pendidikan Gratis Hasil MoU dengan PT Freeport, Ini Kata Rektor
Kalimat itu terus membekas dalam ingatan Simson kecil, dan menjadi titik awal dari semua pencapaiannya.
Sejak kecil, Simson mengikuti jejak sang ayah yang juga guru sekolah minggu, dan mulai tertarik dengan dunia mengajar.
Ia memaknai profesi guru bukan sekadar menyampaikan pelajaran, melainkan juga mendidik, menasihati, dan membentuk karakter.
Pendidikan dasarnya ia tempuh di SD Amban, dilanjutkan ke SMP YPK Manokwari, dan kemudian menyelesaikan SMA di YPK Oikumene Manokwari pada tahun 1993.
Ia lalu melanjutkan pendidikan tinggi di Manado dengan mengambil jurusan Manajemen Keuangan dan menyelesaikannya dalam waktu sekitar empat tahun.
“Setelah selesai kuliah, saya langsung dipanggil untuk mengajar di SMA YPK Oikumene sebagai guru akuntansi keuangan,” kenangnya.
Tiga tahun mengabdi di SMA, Simson mengikuti seleksi penerimaan dosen di Fakultas Ekonomi UNIPA pada tahun 2001.
Dari puluhan pelamar, hanya tiga orang yang lolos, termasuk dirinya.
Sejak saat itu, dedikasi dan kecintaannya terhadap dunia akademik semakin menguat.
Untuk meningkatkan kapasitas akademiknya, ia melanjutkan studi S2 di Universitas Diponegoro (UNDIP) dengan tetap mendalami bidang akuntansi, selaras dengan latar belakang studinya sejak S1.
“Saya mendalami akuntansi dari S1 hingga S3, dan juga mengajar di jurusan yang sama,” ungkapnya.
Karir akademik dan kepemimpinannya berkembang pesat.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Komputer, Kepala Seminar, dan kemudian secara berturut-turut menjabat sebagai Wakil Dekan III, Wakil Dekan II (dua periode), dan Wakil Dekan I di Fakultas Ekonomi UNIPA.
Kematangan dan tanggung jawab dalam memimpin membuatnya dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt.) Dekan saat pimpinan sebelumnya meninggal dunia.
“Saya sudah menjalani semua tahapan kepemimpinan di tingkat fakultas,” ujarnya.
Pada tahun 2018, ia kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S3), namun bersamaan itu pula ia dipercaya sebagai Kepala UPT Asrama UNIPA.
Tidak berhenti di situ, tahun 2025 ia diangkat sebagai Wakil Rektor III oleh Rektor UNIPA, Dr. Hugo Warami.
Bagi Dr. Simson, kepemimpinan adalah bentuk pelayanan, bukan sekadar jabatan.
“Pemimpin itu hanya punya tugas untuk melayani. Ajaran orang tua saya selalu saya pegang, siapa saja yang datang harus dilayani,” katanya dengan tegas namun rendah hati.
Di tengah banyaknya keturunan keluarga yang menjadi guru, hanya dirinya dan satu saudara lainnya yang menjadi pengajar di tingkat universitas.
Ia percaya, menjadi pendidik adalah panggilan hidup yang harus dijalani dengan sukacita, tanpa mengeluh.
“Tanggung jawab itu sudah diberikan, jadi wajib dijalani dengan senang hati dan semangat,” pungkasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.