Sabtu, 13 Juni 2026

Berita Papua Barat

193 Sekolah se-Papua Barat Ikut Pelatihan Deep Learning dan Kecerdasan Artifisial

Fokus pelatihan itu sambung Tuning, membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir sistematis melalui coding dan KA.

Tayang:
zoom-inlihat foto 193 Sekolah se-Papua Barat Ikut Pelatihan Deep Learning dan Kecerdasan Artifisial
TribunPapuaBarat.com//Frans
Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Papua Barat, Tuning Supriadi 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Papua Barat Tuning Supriadi mengungkapkan, saat ini terdapat 193 sekolah se-Papua Barat yang mengikuti pelatian deep learning berbasis coding dan kecerdasa artifisial.

"Mereka yang mengikuti pelatihan ini, melibatkan sekolah-sekolah yang memiliki kinerja terbaik," kata Tuning saat diwawancarai Tribun di Swissbel Hotel, Rabu (16/7/2025).

Tuning mengatakan, pelatihan tersebut diarahkan untuk sekolah-sekolah yang menerima BOS kinerja terbaik.

Baca juga: Manokwari Dapat 50 Kuota Calon Guru Penggerak, Dinas Pendidikan Dampingi agar Banyak yang Lulus Tes

Baca juga: Festival Panen Hasil Belajar Guru Penggerak Angkatan 11 Kabupaten Fakfak 

Fokus pelatihan itu sambung Tuning, membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir sistematis melalui coding dan KA.

"Target utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah mendorong sekolah-sekolah penerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja, untuk memanfaatkan anggaran secara optimal, khususnya dalam pelatihan pembelajaran deep learning berbasis coding dan kecerdasan artifisial," ungkapnya.

Tuning juga menyatakan, untuk sekolah penerima BOS Reguler, tetap ada peluang mengikuti pelatihan tersebut.

Asalkan lanjut Tuning, sekolah memenuhi kriteria salah satunya jumlah murid minimal 400.

"Kalau jumlah siswanya besar, maka alokasi anggaran juga besar. Kalau ada sisa, bisa dimanfaatkan untuk pelatihan coding dan KA," bebernya.

 

Tuning menjelaskan,  pendekatan pembelajaran coding dan KA dirancang agar siswa tidak hanya mengoperasikan komputer secara teknis.

Tetapi juga kata Tuning, siswa mampu berpikir logis dan menemukan solusi dari permasalahan secara cepat.

"Diharapkan pola pikir dan pola kerja anak-anak menjadi lebih sistematis, dan bisa diimplementasikan ke semua mata pelajaran di semua jenjang pendidikan," tuturnya.

Tuning mengakui tantangan utama dalam implementasi program ini adalah keterbatasan jumlah fasilitator.

"Di Balai Guru Penggerak hanya memiliki 5 widyaiswara. Untuk memfasilitasi pelatihan di Manokwari saja itu belum cukup, apalagi kami mencakup dua provinsi dengan 13 kabupaten/kota," ungkapnya.

Kendati demikian, Tuning menegaskan sebagai solusi pihaknya telah merekrut calon fasilitator dari masing-masing daerah, melalui proses seleksi dan pelatihan Training of Trainer (ToT) selama enam hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved