Manokwari Dapat 50 Kuota Calon Guru Penggerak, Dinas Pendidikan Dampingi agar Banyak yang Lulus Tes
Guru penggerak di sekolah, ucapnya, memiliki peran krusial sebagai pilot project dan manajer dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pengembangan-karier-pendidik-dan-tenaga-kependidikan.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Pada 2024, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mendapat kuota 50 calon Guru Penggerak (CGP) daerah khusus (Dasus).
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Manokwari, Parjianti, mengatakan dinas giat mendampingi para CGP agar semakin banyak lulusan guru penggerak di Manokwari.
Dari sekian banyak pendaftar CGP dasus di Manokwari tahun ini, tersaring 50 CGP terdiri dari 25 guru SD dan 25 guru SMP.
Puluhan CGP Dasus tersebut kemudian mengikuti pengembangan karier pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan pendidikan sekolah menengah pertama (calon guru penggerak) tahun 2024 di Billy Jaya Hotel Manokwari, Rabu (24/4/2024).
“Pemda Manokwari melalui Dinas Pendidikan memprogramkan pendampingan bagi calon guru penggerak. Harapannya, guru penggerak di Kabupaten Manokwari semakin banyak,” kata Parjianti setelah membuka pendampingan CGP Dasus Manokwari.
Ia menyampaikan, tahapan berikut yang dihadapi ke-50 CGP Dasus Manokwari adalah tes tertulis dan wawancara.
Baca juga: 144 Calon Guru Penggerak Diharap Jadi Pemimpin Pembelajaran Berpusat ke Murid
Tiap tahapan seleksi CGP Dasus dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, sedangkan Dinas Pendidikan Manokwari hanya bersifat mendampingi para CGP Dasus.
Ia melaporkan, hingga 2024 sudah ada 40 guru penggerak di Manokwari yang tersebar di SD, SMP maupun SMA.
Untuk tingkat SMP, Manokwari sudah memiliki tiga sekolah penggerak yakni SMP Negeri 1 Manokwari, SMP IT Insan Mulia, dan SMP Negeri 20 Satu Atap Mupi.
Dari semua SD di Manokwari, baru ada dua sekolah penggerak, yaitu SD IT Insan Mulia Manokwari, dan SD Inpres 46 Sidey.
Parjianti berharap, semakin banyak lulusan guru penggerak mendorong penambahan sekolah penggerak di Manokwari.
Guru penggerak di sekolah, ucapnya, memiliki peran krusial sebagai pilot project dan manajer dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.
Baca juga: Peningkatan Kualitas Kurikulum Merdeka Tingkat SMP, Hermus Indou Bantu Anggaran ke MKKS dan MGMP
Ia mengimbau para CGP Dasus Manokwari untuk proaktif membagi pengetahuan dan pengalaman kepada guru lain melalui forum KKG, MGMP maupun dengan para CGP reguler.
“Bapak ibu guru meningkatkan kompetensi pedagogik supaya bisa memotivasi generasi emas Manokwari,” ujarnya.
| Gerkkas Kawal Komisi XII DPR RI dan BPH Migas dalam Pengawasan BBM Subsidi di Teluk Bintuni |
|
|---|
| Bupati Hermus Resmikan Empat Posyandu, Perkuat Akses Kesehatan Warga Manokwari |
|
|---|
| Semarak Hardiknas, Pemuda Fakfak Gagas Rumah Baca Siboban |
|
|---|
| 3 Sorotan Tajam PGRI Fakfak di Hardiknas: Dari Digitalisasi hingga Nasib Guru |
|
|---|
| Dari Guru Pedalaman ke Legislator, Roy Masyewi Terus Suarakan Pendidikan di Papua |
|
|---|