Jumat, 22 Mei 2026

Dinas Perikanan Kaimana Gelar Bimtek untuk Perempuan Nelayan

Blasius Kilmas berharap perempuan nelayan di Kabupaten Kaimana mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha

Tayang:
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Tarsisius Sutomonaio
zoom-inlihat foto Dinas Perikanan Kaimana Gelar Bimtek untuk Perempuan Nelayan
TRIBUNPAPUABARAT.COM/ARFAT JEMPOT
BIMBINGAN TEKNIS - Peserta Bimtek dengan Kepala Dinas Perikanan dan kelautan dan staf ahli Bupati Kaimana pada Bimtek Kapasitas Kelembagaan Usaha Manajemen Keuangan dan Pemasaran Produk Perikanan di Rumah Makan Bellia, Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Kamis (24/7/2925).  

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana, Papua Barat, menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Kapasitas Kelembagaan Usaha Manajemen Keuangan dan Pemasaran Produk Perikanan.

Kegiatan itu berlangsung di Rumah Makan Bellia, Kamis (24/7/2025), dan menghadirkan kelompok binaan dari Dinas Perikanan Kabupaten Kaimana.

Staf Ahli Bupati Kaimana Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Blasius Kilmas, menyebut bimtek itu penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas perempuan nelayan pesisir.

"Tujuannya adalah meningkatkan mata pencaharian serta alternatif bagi perempuan. Ketika hasil tangkap tidak dijual, dapat diolah menjadi produk olahan dan menciptakan branding yang baik serta produk berstandar nasional," katanya.

Menurut Bupati Kaimana, ucapnya, akan ada upaya untuk meningkatkan pemasaran produk perikanan dan izin usaha perikanan agar dapat dipasarkan di dalam dan luar daerah.

Baca juga: Dinas Perikanan dan Kelautan Fakfak Buat Terobosan Pengelolaan Ikan yang Tidak Layak Konsumsi


 
Pemkab Kaimana mengapresiasi Coastal Fisheries Initiative – Indonesia Child Project (CFI-ICP) Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, melalui Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan Dirjen Perikanan Tangkap. 

"Kegiatan ini dilaksanakan sejak 2023 hingga 2025. Ada beberapa kegiatan di Kaimana yakni diverifikasi wanita nelayan, pendaftaran kapal perikanan, kelembagaan yang bersertifikasi, pembuatan batik ecoprint, pelatihan menjahit bagi ibu-ibu nelayan," ujarnya. 

Blasius Kilmas berharap perempuan nelayan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan usaha dan lebih konsisten dalam peningkatan kelembagaan, agar hasil bisa dipromosikan dan dipasarkan di dalam maupun luar daerah.

Produk juga mesti berlabel BPOM bahkan Label Halal.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved