Yuliana Minta Pemkab Seriusi Isu Anak-anak Papua Hingga ke Kampung-kampung
Menurut Yuliana Numberi, tidak adil jika indikator kemajuan hanya diambil dari anak-anak di kota.
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Aktivis-Perempuan-dan-Perlindungan-Anak-Papua-Barat-Yuliana-Numberi-di-Kaimana.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Aktivis Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat, Yuliana Numberi, meminta pemerintah daerah serius menangani masalah anak.
Menurutnya, masih ada pembiaran terhadap kekerasan perempuan dan anak, terutama di daerah-daerah terpencil.
Padahal, ucapnya, masalah itu harus segera diatasi demi terciptanya Indonesia Emas 2045.
Ia meminta pemerintah serius mempersiapkan anak-anak dari sejak sekarang.
"Jangan sampai kekerasan terhadap perempuan dan anak dibiarkan. Jika itu terjadi, kita tidak akan pernah sampai pada cita-cita generasi emas," kata Yuliana Numberi saat menghadiri perayaan Hari Anak Nasional di Kaimana, Selasa (23/7/2025).
Ia mengingatkan pentingnya kesetaraan akses bagi anak-anak di Indonesia, termasuk anak-anak Papua yang tinggal di kampung, pegunungan, bukit, dan lembah.
Menurut Yuliana Numberi, tidak adil jika indikator kemajuan hanya diambil dari anak-anak di kota.
Padahal, anak-anak di kampung tak mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun akses yang layak untuk mengikuti kegiatan nasional.
Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis: Anak-anak di Fakfak Semangat Belajar
"Semua anak punya hak yang sama. Jangan kita bilang Indonesia Emas, Papua Emas, Kaimana Emas, tapi anak di kampung tidak merasakan pendidikan yang layak," ujar Yuliana Numberi.
Ia juga mengingatkan pentingnya keberpihakan nyata dalam konteks otonomi khusus Papua.
Menurutnya, sebagian besar anak-anak Papua tinggal di daerah terpencil sehingga perlu kebijakan dan program yang menjangkau hingga ke pelosok.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten Kaimana menjadikan isu perlindungan perempuan dan anak sebagai satu di antara prioritas dalam penyusunan program menuju Indonesia Emas 2045.
Ia mendorong agar ada sosialisasi secara masif mengenai Undang-undang Kekerasan Perempuan dan Anak di semua kampung di Kabupaten Kaimana.
"Masyarakat kampung banyak yang belum tahu tentang undang-undang tersebut," kata Yuliana Numberi.
| Ketum PAL-KOAP Imbau Warga Jaga Keamanan Manokwari Menjelang Pesparawi Nasional XIV |
|
|---|
| Polda Papua Barat Matangkan Persiapan 811 Personel Pengamanan Pesparawi Nasional XIV |
|
|---|
| Tiga Tahun Tertunda, Pembangunan Gedung BWS Papua Barat Tersandera Sengketa Tanah |
|
|---|
| Tidak Terbukti, Lapas Manokwari Bantah Keterangan JPU Soal Pengendalian Narkoba dari Dalam |
|
|---|
| PLN UP3 Manokwari Siagakan 125 Personel, Pastikan Listrik Aman Selama Pesparawi Nasional XIV |
|
|---|