Sabtu, 13 Juni 2026

Berita Fakfak

Kalahkan Beras, Rokok Jadi Pengeluaran Tertinggi Warga Fakfak Papua Barat

Rokok bahkan menjadi komoditas dengan rata-rata pengeluaran tertinggi dalam kelompok makanan di Kabupaten Fakfak sepanjang tahun 2024

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Kalahkan Beras, Rokok Jadi Pengeluaran Tertinggi Warga Fakfak Papua Barat
Dokumentasi Parju Nasmoko
Kepala Badan Pusat Statistrik (BPS) Kabupaten Fakfak Papua Barat, Parju Nasmoko, S.ST, M.Ak 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan pengeluaran tertinggi warga Fakfak Papua Barat adalah untuk membeli rokok.

Rokok bahkan menjadi komoditas dengan rata-rata pengeluaran tertinggi dalam kelompok makanan di Kabupaten Fakfak sepanjang tahun 2024 mengalahkan beras.

Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, masyarakat Fakfak menghabiskan 18,79 persen dari pengeluaran makanan bulanannya untuk membeli rokok.

"Persentase ini kalau kita lihat melampaui pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi yang hanya mencapai 16,38 persen, serta sayur-sayuran sebesar 11,10 persen," ujar Kepala BPS Kabupaten Fakfak, Parju Nasmoko, S.ST, M.Ak melalui rilis kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Minggu (3/8/2025).

Baca juga: BPS Fakfak Dampingi Pendamping PKH, Dinsos Turun Lakukan Pendataan Penerima Bantuan

Jika dibandingkan denga beras dan makanan pokok lainnya seperti padi-padian, hanya mencapai 12,50 persen.

"Kemudian untuk membeli ikan dan hasil laut mencapai 10,44 persen dan buah-buahan itu 8,65 persen," rincinya.

Mengacu pada hasil Susenas Maret 2024, rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Fakfak per bulan mencapai Rp1.511.992.

"Dari jumlah tersebut, pengeluaran untuk makanan sebesar Rp792.558 atau 52,42 persen," katanya.

Lebih lanjut, ia mengemukakan, dalam komposisi ini, rokok menyerap hampir seperlima dari total pengeluaran biaya makanan.

"Lalu jika dibandingkan dengan daging sebanyak 3,04 persen, telur dan susu 4,85 persen, hingga kacang-kacangan 1,17 persen, maka tentu porsi belanja rokok jauh lebih besar," tambahnya.

Baca juga: Pemkab Fakfak Mulai Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Berikut Lokasinya

Adapun dikatakannya, komoditas bukan makanan mencakup Rp719.434 atau 47,58 persen, dengan pengeluaran terbesar untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga sebesar 30,36 persen, diikuti barang dan jasa lainnya 9,43 persen.

Kondisi ini menunjukkan tingginya konsumsi rokok di kalangan masyarakat Fakfak.

BPS Fakfak belum merinci lebih lanjut faktor sosial maupun ekonomi yang menyebabkan tingginya pengeluaran untuk rokok.

Namun, data ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pengendalian konsumsi rokok dan peningkatan gizi masyarakat.

*Berita ini telah diubah. Sebelumnya, kami tulis Kepala BPS Fakfak Mustamir Rahman, seharusnya, Parju Nasmoko, S.ST, M.Ak

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved