Berita Fakfak
Kalahkan Beras, Rokok Jadi Pengeluaran Tertinggi Warga Fakfak Papua Barat
Rokok bahkan menjadi komoditas dengan rata-rata pengeluaran tertinggi dalam kelompok makanan di Kabupaten Fakfak sepanjang tahun 2024
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kepala-BPS-Fakfak-baru.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan pengeluaran tertinggi warga Fakfak Papua Barat adalah untuk membeli rokok.
Rokok bahkan menjadi komoditas dengan rata-rata pengeluaran tertinggi dalam kelompok makanan di Kabupaten Fakfak sepanjang tahun 2024 mengalahkan beras.
Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, masyarakat Fakfak menghabiskan 18,79 persen dari pengeluaran makanan bulanannya untuk membeli rokok.
"Persentase ini kalau kita lihat melampaui pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi yang hanya mencapai 16,38 persen, serta sayur-sayuran sebesar 11,10 persen," ujar Kepala BPS Kabupaten Fakfak, Parju Nasmoko, S.ST, M.Ak melalui rilis kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Minggu (3/8/2025).
Baca juga: BPS Fakfak Dampingi Pendamping PKH, Dinsos Turun Lakukan Pendataan Penerima Bantuan
Jika dibandingkan denga beras dan makanan pokok lainnya seperti padi-padian, hanya mencapai 12,50 persen.
"Kemudian untuk membeli ikan dan hasil laut mencapai 10,44 persen dan buah-buahan itu 8,65 persen," rincinya.
Mengacu pada hasil Susenas Maret 2024, rata-rata pengeluaran per kapita penduduk Fakfak per bulan mencapai Rp1.511.992.
"Dari jumlah tersebut, pengeluaran untuk makanan sebesar Rp792.558 atau 52,42 persen," katanya.
Lebih lanjut, ia mengemukakan, dalam komposisi ini, rokok menyerap hampir seperlima dari total pengeluaran biaya makanan.
"Lalu jika dibandingkan dengan daging sebanyak 3,04 persen, telur dan susu 4,85 persen, hingga kacang-kacangan 1,17 persen, maka tentu porsi belanja rokok jauh lebih besar," tambahnya.
Baca juga: Pemkab Fakfak Mulai Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Berikut Lokasinya
Adapun dikatakannya, komoditas bukan makanan mencakup Rp719.434 atau 47,58 persen, dengan pengeluaran terbesar untuk perumahan dan fasilitas rumah tangga sebesar 30,36 persen, diikuti barang dan jasa lainnya 9,43 persen.
Kondisi ini menunjukkan tingginya konsumsi rokok di kalangan masyarakat Fakfak.
BPS Fakfak belum merinci lebih lanjut faktor sosial maupun ekonomi yang menyebabkan tingginya pengeluaran untuk rokok.
Namun, data ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pengendalian konsumsi rokok dan peningkatan gizi masyarakat.
*Berita ini telah diubah. Sebelumnya, kami tulis Kepala BPS Fakfak Mustamir Rahman, seharusnya, Parju Nasmoko, S.ST, M.Ak
BPS Fakfak
Konsumsi Rokok
Info Kabupaten Fakfak
Warga Fakfak
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)
Parju Nasmoko
| Dinsos Fakfak Siap Verifikasi Lapangan Buntut Laporan DTSEN Soal 63 Ribu Warga Miskin |
|
|---|
| Kapolres Fakfak Ingatkan Personel Bijak Gunakan Media Sosial, Tegaskan 6 Larangan Ini |
|
|---|
| Menuju Ending AIDS 2030, Puskesmas Fakfak Kota Intensifkan Pencegahan HIV |
|
|---|
| Warga Miskin di Fakfak Capai 17.062 Orang per 2025, Dinsos: 6.683 Sudah Terima Bansos |
|
|---|
| BKPSDM Fakfak Gelar Latsar, 471 CPNS Dibekali Karakter dan Kompetensi |
|
|---|