Berita Kaimana
28 Murid SLB Negeri Terpadu Kaimana Belum Bisa Belajar, Ternyata Ini Penyebabnya
untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar masih menunggu petunjuk Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/SLBN-Kaimana-PB.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Terpadu jenjang TK, SD, SMP dan SMA hadir di Kaimana, Papua Barat.
Kehadiran SLBN Terpadu ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kaimana yang hendak menyekolahkan anaknya yang berkebutuhan khusus.
Namun bangunan sekolah tiga unit yang terletak di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Bantemi Kaimana dengan konstruksi permanen itu belum difungsikan karena beberapa kendala teknis.
Informasi yang dihimpun Tribun, ada desakan dari sejumlah orang tua murid agar sekolah tersebut segera diaktifkan, mengingat jumlah murid yang mendaftar mencapai 28 orang.
Meski telah mendaftar, para calon peserta didik berkebutuhan khusus ini masih menunggu kepastian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala SLBN Terpadu Kaimana, Monika Mira Saludung, saat dikonfirmasi terkait desakan tersebut menjelaskan bahwa SLBN Terpadu Kaimana merupakan program Pemerintah Provinsi Papua Barat.
Sehingga, kata Mira, untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar masih menunggu petunjuk Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Papua Barat.
Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat dalam hal ini selaku pihak yang akan membiayai operasional SLBN Terpadu Kaimana kedepannya.
Baca juga: Lengkapi SLB Negeri Terpadu Manokwari, Pemprov Akan Sekolahkan Calon Guru
Di sisi lain ia juga membenarkan, bahwa jumlah calon murid yang sudah mendaftar di SLBN Terpadu Kaimana sebanyak 28 orang.
"28 yang mendaftar ini terdiri dari 11 perempuan dan 17 laki-laki berusia dibawah 17 tahun, dengan latar belakang kecacatan dan keterbelakangan mental yang bervariasi," ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Sebanyak 28 anak ini lanjutnya, nantinya akan menjalani proses belajar pada tingkat TK, SD, SMP dan SMA mengingat sekolah yang dibangun ini merupakan sekolah terpadu untuk tiga jenjang yang disatukan dalam satu bangunan.
“Total murid yang sudah mendaftar memang ada 28 orang, sebagian berasal dari beberapa sekolah umum, sebagian lagi pernah sekolah namun berhenti, sementara lainnya belum pernah sekolah.
Saat ini mereka memang masih menunggu kapan dimulainya proses belajar, terutama orang tuanya juga sering bertanya terkait kepastian masuk sekolah,” ungkap Mira.
Namun untuk kepastian kegiatan belajar mengajar Mira sendiri mengaku belum bisa memastikan waktunya, karena ada beberapa fasilitas yang menjadi kebutuhan dasar untuk operasional sekolah yang belum disiapkan dan masih menunggu petunjuk dari provinsi.
Baca juga: Pemprov Resmikan SLB Negeri Terpadu Manokwari, Siswa Aktif 86 Orang
“Seperti air bersih untuk toilet belum disediakan, juga listrik belum terpasang. Kami masih berupaya untuk melengkapinya supaya ketika anak-anak sudah mulai sekolah, kebutuhan dasar ini sudah tersedia. Untuk menyiapkan semua ini kami masih menunggu anggaran dari provinsi,” jelasnya.
SLB Negeri Terpadu Kaimana
Sekolah Luar Biasa (SLB)
Siswa Berkebutuhan Khusus
Dinas Pendidikan Papua Barat
Kabupaten Kaimana
Monika Mira Saludung
SLBN Kaimana
Disdik Provinsi Papua Barat
| Bupati Hasan Achmad: Program Samisaka Harus Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Masyarakat Kampung |
|
|---|
| DPRK Kaimana Segera Serahkan Hasil Evaluasi LKPJ ke Pemda |
|
|---|
| DPMPTSP Kaimana Tegaskan Usaha Pertamini Wajib Miliki Izin Tersendiri |
|
|---|
| Tahun Ini Pemkab Kaimana Siapkan Beasiswa Otsus untuk 20 Siswa OAP Berprestasi |
|
|---|
| Kaimana Siap Menjadi Panggung Tilawah MTQ Papua Barat 2026 |
|
|---|