Penggelapan Beasiswa di Fakfak
Telurusi Dugaan Skandal Beasiswa ADiK, Kejari Fakfak Minta Keterangan Kadisdikpora
Oknum berinisial R di Disdikpora Fakfak diduga menggelapkan bantuan biaya hidup penerima beasiswa ADiK yang ditaksir senilai Rp 400 juta.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kejari-Fakfak-telurusi-dugaan-penyelewengan-beasiswa-ADiK.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Fakfak, Papua Barat, sedang menelurusi dugaan penyelewengan bantuan biaya hidup penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADiK).
Pernyataan soal dugaan skandal bernilai sekira Rp 400 juta itu disampaikan Kepala Seksi Intelijen Kejari Fakfak, Maryo Sapulete, kepada TribunPapuaBarat.com di Kabupaten Fakfak, Jumat (22/8/2025).
"Hal ini masih bersifat laporan masyarakat sehingga kami sudah masuk ke penindakan."
"Untuk tahapannya belum bisa disampaikan kepada khalayak umum karena masih bersifat rahasia," ujar Maryo Sapulete.
Menurutnya, Kejari Fakfak sudah meminta keterangan dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak, Mansur Ali.
"Tahapan-tahapan selanjutnya masih didalami untuk mencari dan menemukan dua alat bukti permulaan," ujarnya.
Baca juga: Oknum di Disdikpora Fakfak Diduga Tilep Beasiswa ADiK Hingga Rp 400 Juta
Ia mengatakan Kejari Fakfak serius dan segera menuntaskan dugaan penyelewengan beasiswa ADiK tersebut
"Kami akan upayakan secepat mungkin," kata Maryo Sapulete.
Ia mengaku prihatin atas kondisi mahasiswa Fakfak penerima beasiswa ADik yang sangat membutuhkan bantuan tersebut.
"Proses atau pentahapan masih rahasia. Ketika kami sudah tetapkan tersangka, baru kami umumkan ke publik," ujarnya.
Baca juga: Diduga Tilep Beasiswa ADik, Oknum Staf Disdikpora Fakfak Mengaku Dihipnotis
Oknum berinisial R di Disdikpora Fakfak diduga menggelapkan bantuan biaya hidup penerima beasiswa ADiK yang ditaksir senilai Rp 400 juta.
Kepada media, Plt Kadisdikpora Fakfak, Mansur Ali, mengaku sudah bertanya langsung ke oknum R dan R mengaku dihipnotis.
Keterangan dari mahasiswa kepada media, oknum R mengaku sedang terlilit kredit dan akan mengupayakan penggantian uang yang diduga telah dipakai untuk kepentingan pribadinya.
Dua pernyataan berbeda yang muncul di permukaan terkait polemik dugaan penyelewengan beasiswa ADiK menjadi sorotan publik di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Warga melalui media sosial mendesak aparat penegak hukun untuk segera bertindak serius mengungkap masalah di Disdikpora Fakfak. (*)