Berita Kaimana

Freddy Thie Ancam Bongkar Proyek Drainase di Kaimana, Ini Penyebabnya

Proyek drainase itu menelan anggaran sebesar Rp 6 miliar, dengan harapan genangan air yang selama ini terjadi bisa teratasi.

Penulis: Arfat Jempot | Editor: Libertus Manik Allo
Tribunpapuabarat.com//Arfat Jempot
PROYEK DRAINASE - Bupati Kaimana, Freddy Thie saat meninjau pembangunan drainase di Kawasan Air Merah, Kaimana, Rabu (20/12/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANABupati Kaimana Freddy Thie meninjau pembangunan drainase di sejumlah lokasi di Kaimana, Rabu (20/12/2023). 

Selain itu, Bupati Freddy Thie juga meninjau pekerjaan pengembangan Bandara Utarom Kaimana dan sumber air bersih di KM 6.

Pantauan TribunPapuabarat.com, saat meninjau pembangunan drainase di Kawasan Air Merah, Bupati Freddy Thie sempat melakukan protes kepada kontraktor pelaksana dan konsultas pengawas terhadap hasil pekerjaan.

Baca juga: Bupati Freddy Thie Ingatkan Penerima Dana Hibah Segera Serahkan LPJ

Baca juga: Dekranasda Kaimana Gelar Pelatihan Melukis Kaos, Freddy Thie: Kita Harus Berani Berkarya

Menurut bupati yang akrab disapa Kaibus itu, hasil pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Pasalnya, pekerjaan drainase itu ada yang tidak lurus melainkan berkelok-kelok.

“Saya minta agar dikasih lurus sedikit agar lebih bagus. Ini karena sudah terlanjur jadi kita ampuni, namun dibagian sana (Kawasan Bantemi) tidak ada ampun. Jika terulang kita pakai palu-palu saja (bongkar),” tegas Bupati Freddy Thie kepada salah satu kontraktor pelaksana pekerjaan drainase di kawasan Air Merah Kaimana.

Bupati mengatakan jika hasil kerja tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, takutnya pada musim penghujan nanti kawasan tersebut akan kembali digenangi air seperti sebelumnya. 

Tentunya pasti akan mendapat protes dari masyarakat.

“Musim hujan nanti, pasang besar dan banjir pasti kita akan diprotes. Proyek dari PUPR namun kerja tidak tepat sekedar hanya habiskan uang saja,” ujarnya dengan nada tinggi.

Bupati Freddy juga meminta, kontraktor pelaksana untuk memberi jarak dari jalan raya ke drainase, tujuannya jika kedepan ada pelebaran jalan untuk tata kota, tidak mengalami kendala atau mentok.

Proyek drainase itu menelan anggaran sebesar Rp 6 miliar, dengan harapan genangan air yang selama ini terjadi bisa teratasi.

“Kita keluarkan uang Rp 6 miliar ini berharap kedepan agar penataan air bisa kita minimalisir. Selain itu estetika juga kita harus perhatikan. Potensi bisa lurus jika tidak ada bangunan," ujarnya.

Sementara konsultas pengawas pembangunan drainase di kawasan Air Merah, Haris Talion didepan Bupati Freedy Thie beralasan terkait dengan pengerjaan drainase tersebut pihaknya telah menegur pekerja dan pernah menyurati Dinas PUPR.

“Saya sudah berapa kali menyurat. Saya juga sudah pernah sampaikan untuk dikasih lurus. Dan tukang yang kerja juga sudah pernah ganti berapa kali,” ujarnya kepada Bupati.

Sebagai informasi, dalam tinjaun tersebut Bupati Freddy Thie didampingi Kepala Dinas PUPR Agustinus Tangyong, staf, UPTD PDAM, Kabag Humas dan Protokoler, Vicky Maruwela serta kontraktor pelaksana dan konsultas pengawas.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved