Berita Fakfak
Buka Workshop Pariwisata di Fakfak, Bupati Samaun Dahlan: Ciptakan Wisata Inklusif
Workshop ini merupakan kegiatan diskusi yang menyangkut berbagai kepentingan mulai dari elemen Pemerintah, akademisi dan komunitas
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/workshop-pariwisata-FF.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Bupati Samaun Dahlan resmi membuka workshop fasilitasi penyelenggaraan pariwisata di Kabupaten Fakfak tahun 2025.
Bupati menegaskan, bahwa sudah saatnya menciptakan wisata yang inklusif di Kabupaten Fakfak.
Hal itu ditegaskan Bupati Samaun Dahlan dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda Fakfak, Arobi Hindom, Selasa (9/9/2025).
"Workshop ini merupakan kegiatan diskusi yang menyangkut berbagai kepentingan mulai dari elemen Pemerintah, akademisi dan komunitas dalam mengembangkan sektor pariwisata yang inklusif dan memberdayakan ekonomi kita," jelasnya.
Orang nomor 1 di Fakfak itu menyampaikan bahwa workshop ini penting untuk memastikan pertumbuhan dan keberlanjutan industri pariwisata dengan menentuan potensi dan target pasar yang lebih jelas.
"Termasuk bagaimana penciptaan produk promosi pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia pariwisata serta mensejahterakan masyarakat di sektor wisata," jelasnya.
Baca juga: 332 Turis Mancanegara akan Kunjungi Fakfak Papua Barat, Mayoritas dari Amerika Serikat
Selaku Pemerintah, melalui workshop ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan dan peningkatan layanan pariwisata.
"Misalnya saja memberikan kapasitas untuk pelatihan pemandu wisata, mendekatkan layanan wisata dan lainnya," tuturnya.
Adapun tema workshop, yakni mewujudkan penyelenggaraan kepariwisataan yang tersinergi, terkoneksi, berdaya saing, dan produktif.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Muhammad Ilham Nurdin menjelaskan tentang prinsip pembangunan kepariwisataan Fakfak yang berkelanjutan.
"Prinsip-prinsip yang harus diacu dalam pembangunan kepariwisataan Fakfak ialah berbasis masyarakat adat, pariwisata terintegrasi, dan pariwisata yang berkelanjutan," sebutnya.
Baca juga: Wabup Kaimana Buka Konsultasi Publik I RDTR dan KLHS Wisata Teluk Triton
Ia menambahkan, konsep pembangunan kepariwisataan Fakfak mengacu pada optimalisasi potensi DTW untuk memberikan kualitas pengalaman bagi pengunjung.
"Sekaligus manfaat bagi masyarakat lokal dan lingkungan secara berkelanjutan," tuturnya.
Workshop ini merupakan kolaborasi Konservasi Indonesia (KI) bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Fakfak serta BLUD UPTD KKPD Kaimana - Fakfak.
destinasi wisata Fakfak
Workshop Penyelenggaraan Pariwisata
Wisata Inklusif
SDM Pariwisata
Samaun Dahlan
Bupati Fakfak
Arobi Hindom
Asisten II Setda Fakfak
| Dinsos Fakfak Siap Verifikasi Lapangan Buntut Laporan DTSEN Soal 63 Ribu Warga Miskin |
|
|---|
| Kapolres Fakfak Ingatkan Personel Bijak Gunakan Media Sosial, Tegaskan 6 Larangan Ini |
|
|---|
| Menuju Ending AIDS 2030, Puskesmas Fakfak Kota Intensifkan Pencegahan HIV |
|
|---|
| Warga Miskin di Fakfak Capai 17.062 Orang per 2025, Dinsos: 6.683 Sudah Terima Bansos |
|
|---|
| BKPSDM Fakfak Gelar Latsar, 471 CPNS Dibekali Karakter dan Kompetensi |
|
|---|