Sabtu, 13 Juni 2026

Berita Fakfak

Fakfak, Kota Tanpa Tukang Parkir dan Minim Curanmor: Harmoni di Ujung Barat Papua

Kalau kita di sini sudah biasa parkir motor berjejeran di jalan begitu. Tidak mungkin dibawa kabur, karena kotanya kecil begini

Tayang:
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
zoom-inlihat foto Fakfak, Kota Tanpa Tukang Parkir dan Minim Curanmor: Harmoni di Ujung Barat Papua
TribunPapuaBarat.com/Aldi Bimantara
FAKFAK - Potret sekumpulan ojek pangkalan tengah berkumpul di pusat Kota Fakfak Papua Barat beberapa waktu lalu. Kabupaten Fakfak di Provinsi Papua Barat dengan predikat kota tua nyatanya tidak mempunyai tukang parkir sama sekali dan minum kasus curanmor, Senin (20/10/2025) 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Di tengah hiruk-pikuk kota-kota besar Indonesia yang dipenuhi deretan tukang parkir berseragam rompi oranye, Kabupaten Fakfak di Papua Barat justru menyuguhkan pemandangan yang kontras.

Di kota tua yang dikenal sebagai Kota Pala sekaligus Kota Perjuangan ini, profesi tukang parkir nyaris tak ditemukan.

Tak ada peluit yang bersahutan, tak ada tangan yang mengarahkan motor ke sudut tertentu. Di Fakfak, warga terbiasa mengatur kendaraan mereka sendiri dengan tertib dan mandiri.

Meski tak memiliki pusat perbelanjaan modern seperti mal, pertokoan dan fasilitas olahraga di kota ini tetap ramai-tanpa satu pun petugas parkir berjaga.

Bagi pendatang, ini bisa jadi pengalaman yang membingungkan sekaligus menyenangkan.

Bayangkan saja: Anda tiba di sebuah toko, memarkir motor di pinggir jalan, dan tak ada yang meminta uang parkir.

Tak ada rasa khawatir soal keamanan kendaraan, bahkan jika kunci motor masih tergantung di lubangnya.

“Kalau kita di sini sudah biasa parkir motor berjejeran di jalan begitu. Tidak mungkin dibawa kabur, karena kotanya kecil begini, pasti ketemu saja pencurinya,” ujar Andreas, warga Fakfak kepada Tribun, sambil tertawa lepas, Senin (20/10/2025).

Pernyataan Andreas bukan sekadar candaan. Data dari Polres Fakfak menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah ini sangat jarang terjadi.

Fakfak, kota asal komika Mamat Alkatiri ini, seolah menjadi oase ketenangan di tengah maraknya kejahatan serupa di kota-kota besar.

Baca juga: Krisis Transportasi di Fakfak Papua Barat Butuh Kehadiran Negara

Masyarakat Fakfak yang heterogen berasal dari berbagai suku di Nusantara ini hidup berdampingan dengan rasa saling percaya yang tinggi.

Di tengah keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur, mereka justru menemukan kekuatan dalam kebersamaan dan kejujuran.

“Walaupun saat ini kami akses perhubungan masih terbatas, tetapi ada sisi baik di mana jarang ada orang jahat, apalagi semacam curanmor seperti di kota-kota lainnya,” tambah Andreas.

Menjelang perayaan ulang tahun ke-125 Kabupaten Fakfak pada 16 November 2025, harapan pun mengalir dari warganya.

Mereka ingin daerah ini terus berkembang, namun tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang membuat Fakfak begitu istimewa.

Di kota ini, kejujuran bukan sekadar slogan. Ia hidup di jalanan, di parkiran, dan di hati warganya.

Fakfak mengajarkan bahwa keamanan bukan hanya soal pagar dan kamera pengawas, tapi juga soal rasa percaya dan kebiasaan baik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved