Berita Fakfak
Fakfak, Kota Tanpa Tukang Parkir dan Minim Curanmor: Harmoni di Ujung Barat Papua
Kalau kita di sini sudah biasa parkir motor berjejeran di jalan begitu. Tidak mungkin dibawa kabur, karena kotanya kecil begini
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Hans Arnold Kapisa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/fakfak-tanpa-tukang-parkir.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Di tengah hiruk-pikuk kota-kota besar Indonesia yang dipenuhi deretan tukang parkir berseragam rompi oranye, Kabupaten Fakfak di Papua Barat justru menyuguhkan pemandangan yang kontras.
Di kota tua yang dikenal sebagai Kota Pala sekaligus Kota Perjuangan ini, profesi tukang parkir nyaris tak ditemukan.
Tak ada peluit yang bersahutan, tak ada tangan yang mengarahkan motor ke sudut tertentu. Di Fakfak, warga terbiasa mengatur kendaraan mereka sendiri dengan tertib dan mandiri.
Meski tak memiliki pusat perbelanjaan modern seperti mal, pertokoan dan fasilitas olahraga di kota ini tetap ramai-tanpa satu pun petugas parkir berjaga.
Bagi pendatang, ini bisa jadi pengalaman yang membingungkan sekaligus menyenangkan.
Bayangkan saja: Anda tiba di sebuah toko, memarkir motor di pinggir jalan, dan tak ada yang meminta uang parkir.
Tak ada rasa khawatir soal keamanan kendaraan, bahkan jika kunci motor masih tergantung di lubangnya.
“Kalau kita di sini sudah biasa parkir motor berjejeran di jalan begitu. Tidak mungkin dibawa kabur, karena kotanya kecil begini, pasti ketemu saja pencurinya,” ujar Andreas, warga Fakfak kepada Tribun, sambil tertawa lepas, Senin (20/10/2025).
Pernyataan Andreas bukan sekadar candaan. Data dari Polres Fakfak menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah ini sangat jarang terjadi.
Fakfak, kota asal komika Mamat Alkatiri ini, seolah menjadi oase ketenangan di tengah maraknya kejahatan serupa di kota-kota besar.
Baca juga: Krisis Transportasi di Fakfak Papua Barat Butuh Kehadiran Negara
Masyarakat Fakfak yang heterogen berasal dari berbagai suku di Nusantara ini hidup berdampingan dengan rasa saling percaya yang tinggi.
Di tengah keterbatasan akses transportasi dan infrastruktur, mereka justru menemukan kekuatan dalam kebersamaan dan kejujuran.
“Walaupun saat ini kami akses perhubungan masih terbatas, tetapi ada sisi baik di mana jarang ada orang jahat, apalagi semacam curanmor seperti di kota-kota lainnya,” tambah Andreas.
Menjelang perayaan ulang tahun ke-125 Kabupaten Fakfak pada 16 November 2025, harapan pun mengalir dari warganya.
Mereka ingin daerah ini terus berkembang, namun tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang membuat Fakfak begitu istimewa.
Di kota ini, kejujuran bukan sekadar slogan. Ia hidup di jalanan, di parkiran, dan di hati warganya.
Fakfak mengajarkan bahwa keamanan bukan hanya soal pagar dan kamera pengawas, tapi juga soal rasa percaya dan kebiasaan baik yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kota Fakfak
Keunikan Fakfak
Kota Tanpa Tukang Parkir
Ujung Barat Papua
Andreas
Kota Pala
HUT ke-125 Kabupaten Fakfak
semi feature
Eksklusif
Multiangle
meaningful
| Dinsos Fakfak Siap Verifikasi Lapangan Buntut Laporan DTSEN Soal 63 Ribu Warga Miskin |
|
|---|
| Kapolres Fakfak Ingatkan Personel Bijak Gunakan Media Sosial, Tegaskan 6 Larangan Ini |
|
|---|
| Menuju Ending AIDS 2030, Puskesmas Fakfak Kota Intensifkan Pencegahan HIV |
|
|---|
| Warga Miskin di Fakfak Capai 17.062 Orang per 2025, Dinsos: 6.683 Sudah Terima Bansos |
|
|---|
| BKPSDM Fakfak Gelar Latsar, 471 CPNS Dibekali Karakter dan Kompetensi |
|
|---|