Selasa, 19 Mei 2026

Sikapi Cuaca Ekstrem, Polres Fakfak Imbau Warga Tidak Melaut

"Saya menginstruksikan jajaran Satpolairud dan Polsek jajaran untuk memantau situasi di pesisir pantai," kata Kapolres Fakfak, AKBP Hendriyana

Tayang:
zoom-inlihat foto Sikapi Cuaca Ekstrem, Polres Fakfak Imbau Warga Tidak Melaut
TribunPapuaBarat.com//Aldi Bimantara
CUACA EKSTREM - Kapolres Fakfak, AKBP Hendriyana ,di Kabupaten Fakfak,i Papua Barat, Rabu (17/1/2024). Ia mengimbau warga untuk tidak melaut sementara waktu menyusul cuaca ekstrem, Jumat (9/1/2026). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Menyikapi cuaca ekstrem berdasarkan rilis BMKG, Polres Fakfak, Papua Barat, mengimbau warga untuk tidak melaut sementara waktu.

"Kami mengimbau tegas kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan dan operator kapal, untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas melaut," kata Kapolres Fakfak, AKBP Hendriyana, kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Jumat (9/1/2026). 

​Langkah antisipatif ini menyusul cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang di Kabupaten Fakfak dan sekitarnya, Kamis (8/1/2026).

"Kalau kita lihat informasi dari BMKG, ​berdasarkan data pantauan pukul 09:00 WIT, cuaca buruk diperkirakan mencakup wilayah yang cukup luas," katanya.

Di ​Kabupaten Fakfak, cuaca buruk terjadi hampir semua distrik termasuk Fakfak Kota, Fakfak Barat, Timur, Kokas, Karas, dan Tomage.

"Bahkan dampak cuaca juga meluas ke Teluk Bintuni (Fafurwar, Sumuri, Aroba) dan Kabupaten Kaimana (Buruway, Teluk Arguni)," ujarnya.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Fakfak, Warga Mesti Waspada

AKBP Hendriyana menekankan bahwa keselamatan jiwa adalah prioritas utama. 

"Saya menginstruksikan jajaran Satpolairud dan Polsek jajaran untuk memantau situasi di pesisir pantai," katanya. 

Ia mengimbau agar masyarakat menunda aktivitas di laut hingga kondisi dinyatakan aman oleh otoritas terkait. 

"Angin kencang dan gelombang tinggi sangat berisiko bagi keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal berukuran kecil," ujar Hendriyana.

Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca ekstrem akan berlangsung hingga pukul 12:30 WIT, Jumat (9/1/2025), tapi tergantung dinamika cuaca.

Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG atau informasi dari kepolisian setempat. 

Polisi mengingatkan agar warga waspada terhadap potensi pohon tumbang atau banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved